Jalan Rusak Hambat Ekonomi, Warga Tabang Minta Perbaikan Dipercepat


Sudutindonesia.info, Kukar — Harapan besar disampaikan warga Kecamatan Tabang atas percepatan perbaikan akses jalan penghubung antar desa yang hingga kini belum sepenuhnya layak. Ruas jalan sepanjang 1,5 kilometer menuju pusat kecamatan masih rusak berat, menghambat aktivitas warga, distribusi hasil panen, serta layanan kesehatan.
Kerusakan jalan ini kerap diperparah saat musim hujan. Jalur yang berlubang dan berlumpur membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas.
“Kalau musim hujan, kami bawa hasil panen harus ekstra hati-hati. Kadang malah terpaksa ditunda, karena mobil tak bisa masuk,” ujar Sahrul, petani dari Desa Umaq Dian, Senin (16/6/2025).
Menurut Sahrul, akibat kendala transportasi, harga jual hasil kebun di desa sering anjlok. “Biaya angkut jadi mahal, panen tidak maksimal. Kami rugi,” keluhnya.
Camat Tabang Kawal Percepatan Proyek
Camat Tabang, Rakhmadani Hidayat, menyatakan pihak kecamatan sudah mengajukan usulan percepatan perbaikan jalan kepada Dinas Pekerjaan Umum Kutai Kartanegara.
“Kami berkomunikasi terus dengan OPD teknis. Perbaikan sisa 1,5 kilometer jalan ini jadi prioritas utama. Mudah-mudahan segera direalisasikan,” ujar Rakhmadani saat ditemui di kantornya.
Ia mengakui bahwa akses jalan yang baik sangat berpengaruh pada ekonomi warga, kelancaran layanan kesehatan, serta mobilitas aparat pemerintahan desa.
“Banyak pelayanan publik terhambat, terutama saat kondisi cuaca ekstrem. Ini harus segera diatasi,” tegasnya.
Dampak Langsung ke Pelayanan Kesehatan
Bidan desa, Siti, menceritakan pengalamannya mendampingi pasien yang terlambat mendapatkan layanan medis karena ambulans terhambat kondisi jalan.
“Pernah ibu melahirkan terpaksa ditangani di rumah warga, karena ambulans tidak bisa masuk. Syukurlah prosesnya selamat. Tapi kami khawatir kalau ada kondisi darurat lain,” tuturnya.
Menurutnya, perbaikan jalan akan langsung berdampak pada kecepatan layanan kesehatan ke desa-desa pelosok.
Warga Ingin Akses Setara
Warga berharap pembangunan jalan bisa disegerakan agar mereka tak lagi tertinggal dibanding daerah lain.
“Kami ingin akses yang setara. Kalau jalan bagus, anak-anak sekolah lebih mudah pergi ke kecamatan, hasil panen cepat sampai pasar, layanan kesehatan juga lebih cepat,” kata Sahrul.
Pembangunan untuk Pemerataan
Rakhmadani menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan penghubung ini menjadi bagian penting dari program pemerataan pembangunan di Kecamatan Tabang.
“Kalau akses jalan bagus, otomatis geliat ekonomi meningkat. Ini yang kami perjuangkan terus,” ujarnya.
Dengan komitmen yang terus dikawal oleh pihak kecamatan, warga Tabang berharap pembangunan jalan penghubung bisa segera terwujud demi mempercepat kemajuan ekonomi, pendidikan, dan pelayanan publik di daerah mereka.(ADV/ARI)

