Hetifah Dorong Kukar Jadi Percontohan Sistem Pangan Cerdas, Tekan Food Loss dan Food Waste

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Dalam upaya meningkatkan kapasitas pengguna riset dan inovasi masyarakat, digelar seminar Sistem Pangan Cerdas: Solusi Mengatasi Food Loss dan Food Waste, Sabtu (27/6/2026), di Pendopo Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Jalan Robert Wolter Monginsidi, Tenggarong.
Kegiatan tersebut diinisiasi Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) serta Program Studi Agribisnis Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta). Seminar diikuti unsur pemerintah, akademisi, mahasiswa, pengelola TPS3R, pemerintah desa, media, dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Hetifah menyoroti masih tingginya angka food loss dan food waste di Indonesia. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi tantangan serius karena masih banyak masyarakat yang belum memperoleh akses pangan bergizi.
“Peningkatan produksi pangan harus diikuti dengan pengelolaan yang lebih efisien agar hasil produksi dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Ia menilai Kutai Kartanegara memiliki modal besar untuk mengembangkan sistem pangan cerdas. Selain menjadi salah satu lumbung pangan di Kalimantan Timur, Kukar juga memiliki potensi di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan, serta berperan sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Potensi ini perlu diiringi upaya mengurangi kehilangan hasil produksi dan pemborosan pangan agar mampu meningkatkan nilai tambah produk pangan lokal,” katanya.
Peneliti Senior BRIN, Dr. Teguh Wahyono, menjelaskan food loss merupakan kehilangan pangan yang terjadi sebelum sampai ke konsumen akibat penanganan pascapanen, penyimpanan, distribusi, maupun pengolahan yang belum optimal. Sementara food waste adalah pangan yang masih layak konsumsi tetapi akhirnya terbuang di tingkat ritel maupun konsumen.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya mengurangi ketersediaan pangan, tetapi juga berdampak pada aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
“Pengurangan food loss dan food waste perlu dilakukan melalui sistem pangan cerdas yang bertumpu pada produksi cerdas, distribusi cerdas, dan konsumsi cerdas,” jelasnya.
Sementara itu narasumber lokal, Prof. Dr. Ir. Ince Raden yang juga merupaka Rektor Unikarta. memaparkan data komposisi timbunan sampah di Kalimantan Timur sepanjang Januari–Desember 2025. Berdasarkan data tersebut, Kutai Kartanegara mencatat proporsi sisa makanan sebesar 34,58 persen, terendah dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Timur.
Meski demikian, ia menegaskan sisa makanan masih menjadi salah satu penyumbang utama sampah rumah tangga.
“Perubahan perilaku masyarakat dalam merencanakan, mengolah, dan mengonsumsi pangan menjadi kunci agar makanan tidak berakhir sebagai sampah,” tegasnya.
Menutup seminar, Hetifah mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat sistem pangan berkelanjutan melalui pengurangan sampah dari sumbernya, penerapan ekonomi sirkular, pemanfaatan teknologi dan inovasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat.
“Transformasi menuju sistem pangan cerdas membutuhkan kolaborasi semua pihak agar ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan,” pungkasnya.(Nita)

