Beranda » DAERAH » Polisi Turun ke Panggung Budaya, Ratusan Warga Loa Kulu Padati Pembinaan Kuda Lumping

Polisi Turun ke Panggung Budaya, Ratusan Warga Loa Kulu Padati Pembinaan Kuda Lumping

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Sekitar 400 warga menghadiri kegiatan pembinaan kesenian kuda lumping yang digelar pada Minggu (15/2/2026) malam di Jalan Jawa Baru, Desa Loa Kulu Kota, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara. Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, ini menjadi momen unik karena aparat kepolisian tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendukung pelestarian budaya, sekaligus mengajak masyarakat menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Suasana Jalan Jawa Baru tampak berbeda dari biasanya. Dentuman musik tradisional dan gerak dinamis para penari kuda lumping berpadu, dengan antusiasme ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan hingga larut malam.

Kapolsek Loa Kulu, AKP Hari Supranoto, hadir langsung sebagai Dewan Pembina Kesenian Jawa Kecamatan Loa Kulu. Kehadirannya menegaskan komitmen kepolisian dalam merangkul komunitas seni sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban masyarakat.

Dalam sambutannya, ia mengapresiasi para seniman yang terus menjaga warisan budaya daerah. Menurutnya, kegiatan kesenian tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga sarana mempererat persatuan warga.

“Kami mendukung penuh kegiatan positif seperti ini. Selain melestarikan budaya, kebersamaan antara seniman, masyarakat, dan kepolisian dapat memperkuat situasi keamanan agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Ketua Kesenian Turonggo Jalin Sempurno, Edi Surya, turut menyampaikan terima kasih atas perhatian dan pembinaan yang diberikan. Ia menilai dukungan tersebut menjadi motivasi bagi para seniman untuk terus berkarya dan menghadirkan hiburan yang sehat bagi masyarakat.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, dilanjutkan sambutan, kemudian penampilan beragam kesenian seperti tarian tradisional, kuda lumping atau jaranan, serta reog yang berhasil memukau penonton.

Tak hanya menjadi tontonan, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antara aparat kepolisian, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga setempat.

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 24.00 Wita tersebut berjalan aman dan lancar. Melalui pendekatan budaya seperti ini, diharapkan hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama untuk menjaga keamanan lingkungan.(Anita R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *