Ramai di Medsos, Suara MTQ Kukar Dianggap Tak Nyaring, Kabag Kesra: Ini Bukan Apple to Apple

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara — Ramainya perbincangan warga di media sosial soal suara acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tahun 2025 yang dinilai kurang terdengar nyaring dibandingkan event hiburan DJ, mendapat tanggapan langsung dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahriza, saat melakukan monitoring di Masjid Al-Qodar, Kelurahan Melayu, Tenggarong, Rabu (29/10/2025).
Isu ini mencuat di media sosial setelah salah satu akun lokal Instagram @info_Etam mengunggah postingan keresahan masyarakat yang menyinggung perbandingan antara volume suara pada acara hiburan DJ dan kegiatan keagamaan MTQ.
Dalam unggahan tersebut, warganet menilai bahwa saat acara hiburan, suara musik terdengar sangat keras hingga ke pemukiman, sedangkan saat MTQ yang dihelat di lapangan parkir Stadion Rondong Demang justru terdengar pelan. Postingan itu pun menuai perhatian publik dengan lebih dari 2.000 tanda suka dan sekitar 180 komentar.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Kesra Kukar, Dendy Irwan Fahriza, menegaskan bahwa perbandingan antara dua kegiatan tersebut tidaklah tepat. Ia menilai keduanya memiliki konteks dan tujuan yang sangat berbeda.
“Kalau tanggapan kami yang pertama, tentu kita mengedepankan toleransi. Kemudian yang kedua, ini bukan apple to apple. Jadi hiburan dan event keagamaan adalah dua hal yang berbeda. Jangan dijadikan perbandingan yang sama,” ujarnya.
Dendy kemudian menjelaskan maksud dari istilah apple to apple tersebut. Menurutnya, membandingkan acara hiburan seperti DJ dengan kegiatan keagamaan seperti MTQ tidak sepadan karena keduanya memiliki karakter dan tujuan yang berbeda.
“Kalau acara hiburan tentu dibuat lebih nyaring untuk memeriahkan suasana. Sementara MTQ itu acara yang bernuansa religius, jadi sound system-nya disesuaikan agar suasananya tetap khidmat dan tidak berlebihan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa masyarakat yang hadir langsung di arena utama MTQ dapat merasakan suasana dan kualitas suara dengan baik. Sementara bagi warga yang berada jauh dari lokasi, wajar jika intensitas suaranya tidak sekeras acara hiburan di stadion biasanya.
“Yang jelas, kalau masyarakat menyaksikan langsung di arena utama, sound system-nya terdengar dengan baik. Tapi berbeda dengan event non-keagamaan, kita tetap mengedepankan toleransi beragama,” tambahnya.
Sebagai informasi, MTQ ke-46 tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara tahun 2025 diikuti oleh kafilah dari 20 kecamatan, dan berlangsung sejak 24 hingga 31 Oktober 2025, dengan lokasi utama di lapangan parkir Stadion Rondong Demang, Tenggarong.
Meski demikian, Dendy mengapresiasi perhatian masyarakat terhadap pelaksanaan MTQ kali ini. Ia berharap kegiatan bernuansa religi tersebut tidak hanya menjadi ajang lomba tilawah, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai toleransi dan ukhuwah antarumat di Kutai Kartanegara. (Anita R)

