Beranda » DAERAH » Subsidi dari Bankaltimtara, Harga Pangan di Kukar Terkendali Lewat Gerakan Pangan Murah

Subsidi dari Bankaltimtara, Harga Pangan di Kukar Terkendali Lewat Gerakan Pangan Murah

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Masyarakat Tenggarong antusias memadati Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Taman Creative Park, Rabu (15/10/2025). Acara yang berlangsung dua hari ini merupakan hasil kolaborasi Bankaltimtara, Pemkab Kukar, dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil menjelang akhir tahun.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, menjelaskan bahwa GPM kali ini bertepatan dengan ulang tahun ke-60 Bankaltimtara dan peringatan Hari Pangan Sedunia 2025.

Sebanyak 40 tenda pelaku usaha berpartisipasi, terdiri atas 30 tenda binaan Bankaltimtara dan 10 tenda dari Pemkab Kukar.

“Seluruh subsidi bahan pokok pada kegiatan hari ini berasal dari Bankaltimtara. Ini bentuk apresiasi mereka kepada masyarakat di hari jadinya,” ujar Ananias.

Produk yang dijual di antaranya beras SPHP Bulog, beras lokal binaan Dinas Ketahanan Pangan, bawang merah, bawang putih, telur ayam, serta tabung gas 3 kg dengan harga sesuai harga pangkalan, yakni Rp19.000.

Sementara untuk cabai, tidak lagi disubsidi karena harga pasar sudah turun ke Rp20.000 per kilogram.

GPM juga menjadi momentum untuk mendukung petani lokal yang tengah memasuki masa panen. Menurut Ananias, beras lokal hasil panen masih dalam proses penjemuran, sehingga pasokan dari Bulog tetap diperlukan untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

“Kegiatan ini bukan hanya membantu masyarakat mendapatkan harga murah, tapi juga menjaga rantai pasok dan serapan hasil panen petani,” katanya.

Setelah pelaksanaan di Tenggarong, GPM akan digelar di lima kecamatan lain, yakni Kembang Janggut, Kota Bangun Darat, Muara Jawa, Muara Badak, dan Tenggarong Seberang.

Rangkaian kegiatan akan ditutup pada Desember 2025, bertepatan dengan Hari Besar Keagamaan Natal dan Tahun Baru.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, berharap program ini memberi dampak langsung bagi masyarakat berpenghasilan rendah, sekaligus menjaga kestabilan ekonomi lokal.

“Kalau sistem rantai pasok berjalan baik, maka harga terkendali, daya beli meningkat, dan petani kita sejahtera,” ungkapnya.

Gerakan Pangan Murah menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat menciptakan sistem pangan yang adil dan berkelanjutan. Bukan hanya soal harga murah, tapi juga tentang pemberdayaan ekonomi lokal dan ketahanan pangan jangka panjang. (Anita R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *