Cetak Lulusan Siap Kerja dan Siap Usaha, Unikarta Perkuat KKU Berbasis Dampak Nyata

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) Tenggarong terus mendorong lahirnya lulusan yang siap menghadapi dunia kerja dan mampu menciptakan peluang usaha. Melalui program Santiaji Kuliah Kerja Usaha (KKU) Tahun 2026 yang digelar di Ruang Serbaguna DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (11/6/2026), ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) dibekali sebelum diterjunkan langsung ke berbagai sektor usaha selama 45 hari.
Program KKU tahun ini akan menempatkan mahasiswa di sejumlah perusahaan, perbankan, UMKM, koperasi hingga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kukar. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi konsep Outcome Based Education (OBE) atau pendidikan yang berorientasi pada dampak nyata.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unikarta, Dr. Sabran, mengatakan KKU menjadi salah satu program unggulan kampus dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki pengalaman lapangan dan kemampuan berwirausaha.
“Mahasiswa tidak cukup hanya mendapatkan teori di ruang kuliah. Kami ingin mereka mampu memberikan dampak nyata, baik bagi diri sendiri maupun masyarakat. Melalui KKU ini, mahasiswa akan belajar langsung mengidentifikasi persoalan dan membantu memberikan solusi bagi UMKM, koperasi, perbankan maupun perusahaan,” ujarnya.
Menurut Sabran, program tersebut sejalan dengan visi FEBIS untuk menghasilkan tenaga profesional di bidang manajemen dan kewirausahaan yang dibutuhkan dunia bisnis dan masyarakat.
Ia menjelaskan, selama pelaksanaan KKU mahasiswa akan terlibat dalam berbagai aktivitas pemberdayaan ekonomi, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, penguatan organisasi, hingga membantu pelaku usaha menghadapi tantangan digitalisasi.
“Masalah yang banyak dihadapi UMKM saat ini bukan hanya produksi, tetapi juga pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital. Di sinilah mahasiswa diharapkan hadir memberikan ide, inovasi dan solusi,” katanya.
Sabran mengungkapkan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai mitra, di antaranya perusahaan swasta, perbankan, Perumda Air Minum (PDAM), Pegadaian, Dinas Koperasi dan UKM serta sejumlah pelaku usaha lokal.
Ke depan, model KKU juga akan terus dikembangkan. Selain penempatan mahasiswa di dunia usaha dan industri, FEBIS berencana mendorong mahasiswa membangun usaha kelompok yang nantinya akan dinilai dan didampingi oleh para praktisi maupun mitra usaha.
Sementara itu, Rektor Unikarta, Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P., menegaskan bahwa KKU merupakan jembatan penting antara dunia akademik dengan dunia kerja.
Menurutnya, mahasiswa harus memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menguji relevansi ilmu yang diperoleh selama kuliah dengan kondisi nyata di lapangan.
“Ini bukan sekadar rutinitas akademik. Ini kesempatan emas untuk membuka jaringan, melatih kepemimpinan, mengembangkan kreativitas dan membangun pengalaman kerja yang sesungguhnya,” tegasnya.
Ince juga berpesan agar mahasiswa menjunjung tinggi integritas selama menjalani KKU. Selain itu, mahasiswa dituntut mampu menghadirkan inovasi dan membangun kolaborasi dengan mitra tempat mereka ditempatkan.
“Di dunia usaha yang paling utama adalah kepercayaan atau trust. Setelah itu kreativitas dan kemampuan berkolaborasi. Saya berharap mahasiswa tidak hanya menerima pengalaman dari tempat mereka belajar, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi mitra usaha,” katanya.
Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung dalam dunia kerja sekaligus mengasah kemampuan komunikasi, kepemimpinan, pemecahan masalah dan kewirausahaan.
Di sisi lain, perusahaan, UMKM, koperasi maupun BUMDes yang menjadi mitra juga akan mendapatkan manfaat dari gagasan, inovasi dan pendampingan yang dilakukan mahasiswa selama pelaksanaan KKU.
Dengan semangat kolaborasi antara kampus dan dunia usaha, Unikarta berharap program KKU 2026 mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga memiliki daya saing, jiwa kewirausahaan, serta mampu berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kutai Kartanegara.(Nita)

