Beranda » DAERAH » Juru Parkir Aniaya Driver Ojol karena Tarif, Kapolres Samarinda: Kami Tindak Tegas

Juru Parkir Aniaya Driver Ojol karena Tarif, Kapolres Samarinda: Kami Tindak Tegas

Sudutindonesia.info, Samarinda — Kepolisian Resort (Polres) Samarinda bertindak cepat atas kasus penganiayaan dan pengancaman yang melibatkan dua juru parkir di kota tersebut. Insiden bermula dari ketidaksepakatan soal tarif parkir, yang berujung pada pemukulan terhadap seorang pengemudi ojek online (ojol) serta pengancaman dengan senjata tajam.

Kapolres Samarinda, Kombespol Hendri Umar, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan dua pelaku, yakni seorang pria yang membawa senjata tajam dan ayahnya yang turut melakukan pemukulan. Satu pelaku lainnya yang terlibat dalam aksi pengancaman masih dalam pengejaran.

“Pelaku utama sudah kami tangkap. Ayahnya yang ikut memukul juga telah diamankan. Satu lagi masih kami cari,” ungkap Hendri kepada wartawan pada Senin (29/7/2025).

Ia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan mentolerir bentuk kekerasan apa pun yang dilakukan oleh oknum juru parkir, apalagi disertai pengancaman menggunakan senjata tajam.

“Kami tidak melarang siapa pun mencari nafkah. Namun jika sampai menggunakan sajam atau melakukan kekerasan karena tidak terima dengan tarif parkir, itu sudah ranah pidana,” tegasnya.

Terkait kasus ini, pihak korban telah membuat laporan resmi dan saat ini tengah dalam proses penyelidikan lanjutan oleh penyidik.

Kapolres juga mengungkapkan rencana penertiban besar-besaran terhadap juru parkir liar yang kerap meresahkan masyarakat. Operasi tersebut akan melibatkan kerja sama lintas instansi, termasuk Pemerintah Kota Samarinda, Dinas Perhubungan, Satpol PP, TNI, dan Denpom.

“Kami akan melakukan razia bersama. Jika terbukti melanggar hukum, kami tidak segan mengambil tindakan tegas, termasuk penangkapan,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk tidak ragu melaporkan praktik premanisme di lapangan. Polres Samarinda memastikan setiap aduan akan ditindaklanjuti demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.(Anita R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *