Lahan Terbengkalai Menjadi Destinasi Modern: Villa Kaning Bangkit Lagi sebagai Sasana Villa Kaning Park

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara — Lahan peninggalan Almarhum Syaukani Hasan Rais atau lebih dikenal dengan nama “Pak Kaning”, yang berada di Kelurahan Maluhu, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), kini resmi direstorasi menjadi Sasana Villa Kaning Park, sebuah destinasi wisata alam dan edukasi yang akan diresmikan pada Jumat malam (28/11/2025).
Kawasan Villa Kaning yang dahulu dikenal sebagai tempat favorit Almarhum Bupati Kukar ke-8, Syaukani Hasan Rais, kini bangkit kembali setelah bertahun-tahun terbengkalai. Lahan seluas 50 hektare yang dahulu menjadi area rekreasi, peternakan, hingga pengembangan hobi Pak Kaning, sempat tidak terurus dan perlahan dihancurkan oleh penjarahan hasil bumi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Kini, melalui amanah dari ahli waris yakni Rita Widyasari, kawasan tersebut kembali ditata sebagai destinasi wisata alam berbasis edukasi, pertanian, dan rekreasi keluarga. Ketua Panitia, Ari Rachiem, menjelaskan bahwa proses revitalisasi dilakukan secara bertahap, dimulai dari penataan ulang ratusan pohon mahoni, bengkirai, jati, hingga pohon buah-buahan khas seperti durian dan anggur.
“Tempat ini dulu sangat asri dan menjadi ruang utama Pak Kaning menghabiskan waktu. Setelah beliau wafat, tempat ini perlahan tidak terurus. Kami ingin menghidupkannya kembali sebagai destinasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Ari.
Selain mengembalikan fungsi kawasan sebagai ruang wisata, manajemen juga menghidupkan kembali nilai sejarah pribadi Pak Kaning. Nama jalan menuju kawasan kini telah diusulkan menjadi Jalan Syaukani Hasan Rais, sebagai bentuk penghormatan kepada sosok yang dikenal sebagai “Bapak Otonomi Daerah”. Ke depan, pengelola juga menyiapkan memorabilia, seperti lukisan, dokumentasi, serta museum kecil berisi peninggalan Almarhum.
Program pengembangan kawasan mencakup pembukaan lahan kebun anggur, kebun alpukat, dan berbagai tanaman hortikultura. Pengelola juga tengah mengaktifkan kembali 20 hektare sawah yang selama ini mati suri. Sawah tersebut kelak tidak hanya dikelola sebagai sumber pangan lokal, tetapi juga menjadi daya tarik wisata, mirip konsep nongkrong pinggir sawah seperti Betapus di Samarinda.
Tak hanya itu, beberapa bangunan peninggalan masa Pak Kaning seperti villa utama, helipad, dan bekas kandang kuda masih berdiri dan menjadi pekerjaan rumah bagi pengelola untuk dikembangkan kembali. Meski belum menjadi prioritas jangka pendek, Ari menegaskan bahwa konsep pacuan kuda dan arena berkuda tetap menjadi salah satu visi besar kawasan.
“Kami ingin tempat ini hidup kembali seperti cerita orang-orang terdahulu. Namun saat ini, kami fokus dulu pada pariwisata, agrowisata, peternakan modern, dan UMKM,” tambahnya.
Dengan rancangan baru yang lebih terukur, pengelola berharap Sasana Villa Kaning Park menjadi kawasan yang bukan hanya berfungsi sebagai wisata, tetapi juga ruang edukasi, pusat komunitas, dan kebanggaan warga Tenggarong. Revitalisasi ini diharapkan mampu mempertahankan eksistensi kawasan hingga puluhan tahun mendatang. (Anita R)

