SISPArda Kukar, Langkah Digitalisasi Pariwisata dan Ekraf dari Desa hingga Kabupaten


Sudutindonesia.info, KUKAR – Transformasi digital di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) kini menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam menjawab tantangan zaman.
Salah satu gebrakan terbaru yang tengah digarap Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar adalah aplikasi berbasis digital bernama SISPArda Kukar (Sistem Informasi Pariwisata Daerah Kutai Kartanegara).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispar Kukar, Arianto, menyampaikan bahwa SISPArda menjadi proyek prioritas untuk memperkuat sistem promosi dan pendataan sektor pariwisata secara menyeluruh. Ia menyebut aplikasi ini sebagai jawaban atas kebutuhan akses informasi pariwisata yang cepat, terbuka, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Aplikasi ini terinspirasi dari Disparnas milik pusat. Namun, yang kami buat nanti lebih spesifik mengakomodasi kondisi dan potensi di Kukar, dari level kabupaten sampai desa,” ujar Arianto saat diwawancarai pada Sabtu (12/7/2025).
Menurutnya, seluruh kegiatan pariwisata dan ekraf yang tersebar di 20 kecamatan di Kukar akan terdata secara sistematis dalam SISPArda. Tak hanya event besar tahunan, kegiatan komunitas hingga agenda desa juga akan dimasukkan sebagai bagian dari kekayaan aktivitas budaya dan ekonomi lokal.
Langkah ini sekaligus menjadi strategi Dispar Kukar dalam memperkuat kolaborasi antarwilayah. Arianto menegaskan bahwa SISPArda Kukar akan dapat diakses publik, baik masyarakat lokal maupun calon wisatawan dari luar daerah.
“Ini menjadi ruang terbuka informasi. Siapa pun nanti bisa cek kapan ada festival, lomba kuliner, pertunjukan seni, atau pameran UMKM. Semua kami susun berdasarkan kalender kegiatan dari masing-masing kecamatan,” tambahnya.
Saat ini, proses pengumpulan data dan integrasi konten sedang berjalan. Dispar menargetkan seluruh materi bisa rampung pertengahan Juli, dengan peluncuran aplikasi direncanakan pada akhir bulan.
Selain berfungsi sebagai direktori digital, SISPArda Kukar juga diharapkan menjadi alat untuk mendorong transparansi kinerja dan pertanggungjawaban publik dalam sektor pariwisata.
“Ini bukan sekadar platform informasi, tapi juga upaya memperlihatkan bagaimana pembangunan sektor pariwisata dikerjakan secara terbuka dan terukur,” terang Arianto.
Ia optimistis kehadiran aplikasi ini bisa mendorong ekosistem digital pariwisata yang melibatkan masyarakat, pelaku UMKM, komunitas budaya, serta perangkat desa.
“Kami ingin semua lini bisa bergerak bersama. Dari desa, kecamatan, hingga kabupaten, semua harus bisa tampil dan terpublikasi secara setara,” pungkasnya.(Adv/Dispar Kukar)

