Kukar dan Wajo Pererat Silaturahmi, Bangun Sinergi Antarwilayah

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyambut kunjungan Bupati dan Wakil Bupati Wajo, Provinsi Sulawesi Selatan. Pada Selasa pagi (8/7/2025), di Rumah Jabatan Bupati Kutai Kartanegara, Jalan Kartanegara, Kecamatan Tenggarong, Kalimantan Timur.
Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, didampingi jajaran pimpinan daerah dan Forkopimda.
Dalam sambutannya, Bupati Aulia menyampaikan bahwa hubungan antara Kukar dan Wajo tidak semata hubungan kelembagaan, tetapi juga didasari oleh ikatan sejarah dan emosional yang kuat, bahkan berujung pada hubungan kekeluargaan secara pribadi.
“Ternyata, salah satu keluarga dari Bapak Bupati Wajo adalah istri saya sendiri. Maka kunjungan ini bukan hanya bersifat resmi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi keluarga besar,” ujarnya.
Aulia juga menyinggung kedekatan historis antara kedua daerah yang telah terjalin sejak masa Kesultanan, salah satunya melalui sosok Pahlawan Nasional asal Kukar, Sultan Haji Muhammad Idris. Sultan Idris gugur dalam perjuangan di Tanah Wajo dan dimakamkan di sana.
Sebagai bentuk penghormatan dan penguatan hubungan budaya, Pemkab Kukar merencanakan ziarah bersama ke makam Sultan Idris di Wajo pada 15 Juli mendatang. Rombongan ziarah akan dipimpin langsung oleh Bupati Kukar, didampingi Ketua DPRD Kukar, Forkopimda, serta pihak Kesultanan Kutai.
“Awalnya sempat muncul gagasan membangun replika makam beliau di Kutai Lama. Namun, setelah berdiskusi dengan beberapa ahli sejarah, termasuk Upron Andi Ima Kusuma, promotor pengusulan gelar pahlawan bagi Sultan Haji Muhammad Idris, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan rencana tersebut,” jelasnya.
Ia menyampaikan dua alasan utama, pertama, replika makam dikhawatirkan dapat mengaburkan fakta sejarah yang sebenarnya. Kedua, pembangunan replika tersebut dapat menimbulkan ketegangan dalam hubungan kekerabatan antara Kukar dan Wajo.
“Karena itu, kami memilih untuk berziarah langsung ke makam beliau di Wajo. Insyaallah, saya akan memimpin rombongan bersama Ketua DPRD, Dandim, Kapolres, Kesultanan Kutai, serta sejumlah tokoh masyarakat dan anggota dewan, yang telah menyatakan ketertarikan untuk turut serta,” tambahnya.
Bupati Aulia juga memperkenalkan potensi wilayah Kukar, yang memiliki luas sekitar 27.000 km², terdiri atas 20 kecamatan, 193 desa, dan 44 kelurahan, dengan jumlah penduduk hampir 800 ribu jiwa.
Ia menegaskan bahwa penguatan pembangunan daerah ke depan harus dilakukan melalui kolaborasi antardaerah, pertukaran pengetahuan, dan kemitraan strategis lintas wilayah.
“Ke depan, saya berharap OPD dari Kukar dan Wajo bisa menjalin komunikasi intensif, saling bertukar ide, pengalaman, dan potensi. Dengan begitu, kita bisa membangun daerah kita bersama-sama,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Wajo, Amran Mahmud, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari Pemkab Kukar. Ia menyatakan bahwa kunjungan ini terasa seperti pulang kampung karena hubungan pribadi dan historis yang telah lama terjalin.
“Kami tidak merasa seperti tamu, tetapi seperti keluarga yang pulang ke rumah. Sambutannya luar biasa dan sangat menghangatkan,” tuturnya.
Amran menambahkan, meskipun Kabupaten Wajo tidak memiliki sumber daya tambang seperti Kukar, daerahnya unggul di sektor pertanian. Dengan lebih dari 105 ribu hektare lahan produktif yang dikelola oleh kelompok tani aktif, Wajo menjadi salah satu penyumbang utama hasil pertanian di Sulawesi Selatan.
“Kami sangat terbuka untuk menjalin kerja sama di bidang pertanian, ketahanan pangan, pertukaran teknologi, pendidikan, dan sektor strategis lainnya,” tegasnya.
Ia juga menyambut baik rencana kunjungan balasan dari Kukar ke Wajo dalam rangka ziarah ke makam Sultan Haji Muhammad Idris, yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2025 mendatang.
Kunjungan tersebut ditutup dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif. Kedua kepala daerah berharap agar hubungan yang telah terjalin berdasarkan sejarah dan budaya, dapat berkembang menjadi kerja sama konkret dalam pembangunan berkelanjutan di masa depan.(Anita R)

