UMSK 2026 Terancam Jadi Angka di Atas Kertas, DPRD Kukar Desak Pengawasan Ketat

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Penetapan Upah Minimum Sektoral Kabupaten (UMSK) penunjang migas 2026 di Kutai Kartanegara (Kukar) menuai sorotan keras. Anggota DPRD Kukar, Desman Minang Endianto, mengingatkan agar angka upah yang telah ditetapkan, tidak sekadar menjadi formalitas tanpa implementasi nyata di lapangan.
Dalam dialog publik yang digelar Minggu (26/4/2026) malam, di Tenggarong, Desman menegaskan peran Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) sangat krusial untuk memastikan perusahaan benar-benar menjalankan kewajiban pembayaran upah sesuai ketentuan.
“Jangan sampai nilai UMSK sekitar Rp4,1 juta itu hanya berhenti di atas kertas. Harus ada keseriusan pengawasan,” tegasnya saat di wawancara.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawalan terhadap Perda Nomor 5 Tahun 2024 tentang perlindungan tenaga kerja lokal agar tidak terjadi ketimpangan di lapangan.
Menurut Desman, selisih antara UMSK dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang mencapai sekitar Rp5,7 juta menjadi persoalan serius yang harus segera dicarikan solusi.
“Ini harus kita dorong agar mendekati angka kebutuhan hidup layak. Jangan sampai pekerja terus berada dalam tekanan ekonomi,” ujarnya.
Ia mengusulkan agar DPRD dilibatkan secara langsung dalam proses penentuan UMK dan UMSK ke depan, bukan hanya pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja.
Menjelang peringatan Hari Buruh (May Day) yang jatuh pada 1 Mei mendatang, DPRD juga membuka ruang aspirasi bagi buruh untuk menyampaikan tuntutan secara terbuka, termasuk isu outsourcing (Alih daya) yang dinilai masih merugikan pekerja. “Semua persoalan harus disampaikan secara detail agar tidak ada yang terabaikan,” katanya.
Terkait dugaan perusahaan yang tidak patuh terhadap aturan, Desman menegaskan pemerintah harus bersikap tegas. “Kalau ada pelanggaran, harus dipanggil dan dievaluasi. Jangan sampai pekerja dirugikan,” ujarnya.
Dialog ini mempertegas bahwa, persoalan upah dan perlindungan tenaga kerja di Kukar masih menjadi pekerjaan rumah besar yang membutuhkan komitmen semua pihak.(Usi)

