Beranda » DAERAH » Pendidikan Karakter di Tingkat RT Dinilai Kunci Perkuat Ketahanan Sosial Kukar

Pendidikan Karakter di Tingkat RT Dinilai Kunci Perkuat Ketahanan Sosial Kukar

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara — Akademisi Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Prof. Dr. Ir. Ince Raden, M.P menilai program RT Ku Terbaik yang digagas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) dapat menjadi solusi dalam memperkuat ketahanan sosial dan budaya masyarakat. Pandangan tersebut ia sampaikan dalam Musrenbang RPJMD 2025–2030, Selasa (16/9/2025).

Menurut Ince, pendidikan karakter berbasis rukun tetangga (RT) adalah fondasi penting untuk mengatasi tantangan sosial di era digitalisasi dan urbanisasi. Ia mengingatkan bahwa meski penetrasi internet di Indonesia telah mencapai 74,6 persen dengan 212 juta pengguna aktif, fenomena ini membawa konsekuensi meningkatnya individualisme dan berkurangnya interaksi sosial langsung.

“Data konflik antarwarga di Kukar pada 2024 tercatat 312 kasus, dan hingga Juli 2025 sudah 109 kasus. Angka ini berpotensi meningkat. Partisipasi sosial warga di tingkat RT juga menurun dari 42,3 persen pada 2024 menjadi 39,1 persen di pertengahan 2025. Ini sinyal yang perlu diwaspadai,” paparnya.

Ia menambahkan, penelitian menunjukkan wilayah dengan tingkat partisipasi sosial tinggi memiliki insiden konflik horizontal jauh lebih rendah. Bahkan, jurnal Universitas Pertahanan RI 2025 menyebut RT yang aktif dalam kegiatan sosial mampu menurunkan potensi konflik hingga 35 persen.

Oleh karena itu, Prof. Ince menilai kehadiran program RT KuTerbaik yang menekankan penguatan data sosial, partisipasi warga, hingga penguatan kegiatan berbasis komunitas adalah langkah tepat.

“RT bukan hanya unit administratif, tapi juga benteng sosial. Jika dikelola aktif, RT bisa menjadi pondasi kuat memperkuat ketahanan sosial dan budaya di Kukar,” tegasnya.

Ia berharap implementasi RT Ku Terbaik bukan hanya soal angka anggaran, melainkan benar-benar membangun partisipasi warga agar setiap RT menjadi ruang harmoni dan resiliensi sosial. (Anita R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *