BPBD Kukar Mantapkan Sinergi Penanggulangan Bencana Lewat Sosialisasi TRC PB

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kutai Kartanegara (BPBD Kukar) menggelar Sosialisasi Peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) di Rumah Makan Tepian Pandan, Tenggarong, Kalimantan Timur, Kamis (25/9/2025). Agenda ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar penanggulangan bencana di Kukar lebih cepat, terintegrasi, dan tepat sasaran.
Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, mewakili Bupati Aulia Rahman Basri, menyampaikan apresiasi sekaligus harapan besar terhadap inisiatif BPBD. Ia menegaskan bahwa Pemkab Kukar konsisten menjaga kondisi daerah tetap kondusif, termasuk melalui kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana.
“Bupati sangat bersyukur dan berterima kasih atas inisiatif BPBD ini. Harapannya, TRC bisa berkoordinasi, melaksanakan fungsi, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat. Melalui BPBD dan TRC yang melibatkan seluruh OPD, penanganan bencana di Kukar akan lebih terintegrasi, terkoordinasi, dan cepat sesuai harapan masyarakat,” ujarnya.
Kepala BPBD Kukar, Setianto Nugroho Aji, menjelaskan bahwa TRC PB baru resmi dibentuk tahun ini melalui SK Nomor 129 pada April 2025. Meski terbilang baru, tim ini hadir untuk menyinergikan penanganan berbagai kejadian bencana yang kerap melanda Kukar, seperti kebakaran hutan, kekeringan, banjir, dan longsor.
“Selama ini OPD sudah bekerja sama di lapangan. Dengan TRC, kita ingin penanganannya lebih terintegrasi dan terkoordinasi agar pelayanan kepada masyarakat lebih optimal,” terang Setianto.
Ia menambahkan, meski saat ini TRC masih berada di tingkat kabupaten, ke depan tim akan menjangkau hingga tingkat kecamatan dan desa. Program ini sejalan dengan arahan Bupati agar terbentuk Desa Tangguh Bencana, Kecamatan Tangguh Bencana, hingga Keluarga Tangguh Bencana.
BPBD Kukar juga menyiapkan dukungan berupa bantuan finansial, peralatan, logistik, dan pendampingan teknis untuk memperkuat kapasitas daerah dalam mengurangi risiko bencana.
Setianto menegaskan, terbentuknya TRC PB diharapkan mampu memberikan respons cepat melalui kajian awal, penanganan langsung di lapangan, sekaligus menjadi media pelaporan cepat kepada Bupati. Dengan begitu, kebijakan strategis bisa segera diambil tanpa harus menunggu proses panjang.
“Kami berharap TRC menjadi wadah sinergi, sehingga respon terhadap bencana lebih cepat, kerugian material maupun jiwa bisa ditekan seminimal mungkin, dan masyarakat merasa terlindungi,” ungkapnya.
Dengan sosialisasi ini, BPBD Kukar menegaskan langkah nyata bahwa penanggulangan bencana bukan hanya sekadar tanggung jawab pemerintah, tetapi gerakan bersama yang terukur, terarah, dan berkesinambungan demi keselamatan masyarakat Kutai Kartanegara. (Anita R)

