Beranda » DAERAH » DPSH 2026 Digembleng di Kejari Kukar, Pelajar Didorong Jadi Garda Depan Kesadaran Hukum

DPSH 2026 Digembleng di Kejari Kukar, Pelajar Didorong Jadi Garda Depan Kesadaran Hukum

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara (Kukar) tak sekadar menyeleksi, tetapi benar-benar menggembleng calon Duta Pelajar Sadar Hukum (DPSH) 2026. Sejak awal pembekalan, pelajar didorong tak hanya memahami hukum, tetapi tampil sebagai penggerak perubahan di lingkungannya.

Aula Kejari Kukar menjadi titik awal lahirnya calon-calon agen perubahan dari kalangan pelajar. Pembukaan dan pembekalan Duta Pelajar Sadar Hukum (DPSH) 2026 digelar dengan rangkaian materi yang tak hanya teoritis, tetapi juga membangun karakter dan keberanian peserta, Kamis (30/4/2026).

Peserta datang dari berbagai sekolah di Kukar, seperti SMA Negeri 3 Tenggarong, SMA Negeri 2 Kota Bangun, SMA Negeri 2 Loa Kulu, MAN 2 Kukar, SMA Negeri 2 Loa Janan, hingga SMA Negeri 2 Tenggarong. Mereka mengikuti tahapan kegiatan mulai dari pemaparan materi, testimoni pemenang tahun sebelumnya, hingga sesi diskusi yang berlangsung dinamis.

Tak hanya duduk mendengar, para peserta juga ditantang aktif menyampaikan gagasan. Mereka dibekali pemahaman hukum dasar, peran strategis kejaksaan, hingga penguatan etika, integritas, dan kemampuan komunikasi. Bekal ini dinilai penting untuk membentuk duta yang kredibel.

Kepala Kejaksaan Negeri Kutai Kartanegara, Tengku Firdaus, menegaskan bahwa DPSH bukan sekadar lomba tahunan. Lebih dari itu, program ini dirancang sebagai wadah pembentukan karakter generasi muda yang sadar hukum dan berintegritas.

“Ini bukan hanya soal juara. Kami ingin melahirkan pelajar yang berani menjadi contoh dan membawa perubahan nyata di sekitarnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, kesadaran hukum yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang tertib dan berkeadilan.

Sementara itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kukar, Ali Mustofa, menyoroti capaian tahun sebelumnya sebagai pemantik semangat peserta. Prestasi Juara II, Juara Favorit, dan Best Speaker di tingkat provinsi menjadi bukti bahwa potensi pelajar Kukar tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Tugas kami bukan hanya menyiapkan peserta, tapi memastikan mereka siap menjadi penyambung edukasi hukum di sekolah dan masyarakat,” ujarnya.

Program DPSH sendiri menjadi bagian dari strategi preventif Kejaksaan dalam menanamkan budaya sadar hukum sejak usia pelajar. Harapannya, para duta yang terpilih tak hanya berprestasi di ajang kompetisi, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat sebagai agen perubahan.(Usi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *