Kejar Perahu Lepas, Nelayan Muara Badak Hilang Terseret Arus Deras di Pagi Buta

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Upaya mengejar perahu yang terlepas berubah menjadi tragedi. Seorang nelayan asal Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus deras saat menjaring udang di perairan Muara Badak Ulu, Kamis (30/4/2026) pagi. Hingga kini, korban masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan yang terus menyisir lokasi kejadian.
Korban diketahui bernama Muhammad Rizal (33), warga Kecamatan Muara Badak. Peristiwa bermula sekitar pukul 05.00 WITA saat ia bersama rekannya turun ke perairan untuk menjaring udang di area tambak miliknya.
Namun nahas, perahu yang digunakan korban diduga terlepas dari ikatan di bagan dan hanyut terbawa arus. Dalam upaya spontan untuk menyelamatkan perahunya, korban berusaha mengejar. Diduga pada saat itulah ia terseret arus yang cukup deras hingga akhirnya tenggelam dan tidak kembali terlihat.
Laporan kejadian baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Balikpapan pada pukul 11.10 WITA dari pihak keluarga korban. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim SAR segera melakukan koordinasi dan mengerahkan personel ke lokasi kejadian.
Tim Search and Rescue Unit (SRU) diberangkatkan pada pukul 11.30 WITA dengan estimasi tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WITA untuk langsung melakukan operasi pencarian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Dody Setiawan Suwondo, menyampaikan bahwa operasi pencarian melibatkan berbagai unsur gabungan.
“Begitu laporan kami terima, tim langsung kami kerahkan. Operasi ini melibatkan Basarnas, Pos SAR Samarinda, BPBD Kutai Kartanegara, Dinas Pemadam Kebakaran Kukar, nelayan setempat, serta pihak keluarga korban,” ujarnya.
Dalam proses pencarian, tim mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya rescue car, rubber boat, perlengkapan SAR air, alat selam, perangkat komunikasi, serta perlengkapan medis guna mendukung operasi di lapangan.
Meski kondisi cuaca di lokasi dilaporkan relatif cerah, tim SAR menghadapi sejumlah kendala serius. Selain gelombang yang cukup besar, area pencarian juga memiliki potensi bahaya dari habitat hewan buas seperti buaya.
“Kendala di lapangan cukup menantang, terutama gelombang dan potensi bahaya dari buaya. Namun operasi tetap kami lakukan secara maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan personel,” tambah Dody.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih berstatus dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran secara intensif di sekitar lokasi kejadian.
Pihak Basarnas juga kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para nelayan, agar lebih waspada saat beraktivitas di perairan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi arus, cuaca, serta menggunakan alat keselamatan saat melaut guna meminimalisir risiko kecelakaan,” tutupnya.(Usi)

