Beranda » ADVERTORIAL » DLHK KUKAR » DLHK Kukar Perkuat Pemantauan untuk Jaga Kualitas Lingkungan Hidup

DLHK Kukar Perkuat Pemantauan untuk Jaga Kualitas Lingkungan Hidup

Sudutindonesia.info, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara terus memperketat pengawasan kualitas lingkungan melalui pemantauan rutin terhadap udara, air, dan lahan. Upaya ini bertujuan memastikan kondisi lingkungan tetap aman dan sehat bagi masyarakat, meski wilayah Kukar memiliki aktivitas industri dan pertambangan yang cukup tinggi.

Pengawasan DLHK mencakup tiga komponen utama yang menjadi indikator penting keseimbangan lingkungan, yakni kualitas air, udara, dan lahan. Hasil pantauan rutin membantu pemerintah daerah mengetahui kondisi terkini dan mengambil langkah penanganan bila diperlukan.

“Dalam indeks kualitas lingkungan hidup terdapat pengecekan air, udara, dan lahan. Ketiganya rutin kami pantau untuk mengetahui kondisi terkini lingkungan,” ujarnya saat ditemui di Tenggarong ttp Oktober 2025.

Ia menambahkan, pencemaran yang paling sering ditemukan berasal dari air dan udara. Tim ahli DLHK secara rutin turun ke lapangan setiap bulan untuk pemeriksaan dan pengambilan sampel, memastikan kualitas tetap terjaga dan tercatat secara akurat.

“Kami lakukan pengecekan rutin tiap bulan bersama tim ahli untuk memastikan kualitas air dan udara tetap terjaga,” jelasnya.

Slamet mengungkapkan, pencemaran kerap berasal dari aktivitas industri, terutama pengelolaan batu bara, serta limbah rumah tangga yang tidak tertangani dengan baik. Dalam beberapa kasus, laporan langsung dari warga turut menjadi acuan tim DLHK untuk menindaklanjuti kondisi di lapangan.

“Biasanya ada dua sumber laporan, dari hasil pengawasan atau dari masyarakat. Kalau ada sungai yang keruh, kami turun langsung ke lapangan untuk analisis dan pemetaan. Setelah itu kami sampaikan hasilnya ke perusahaan terkait,” terang Slamet.

Untuk menekan pencemaran air akibat limbah domestik, DLHK kini tengah merancang pembangunan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) komunal di kawasan padat penduduk. Sistem ini diharapkan menyaring limbah sebelum dialirkan ke sungai atau saluran umum, sehingga kualitas air tetap terjaga.

“Kami sedang merumuskan sistem IPAL komunal agar limbah domestik bisa disaring sebelum dialirkan ke sumber air. Harapannya, air yang keluar dari pemukiman sudah bersih dan tidak mencemari lingkungan,” jelas Slamet.

Ia menambahkan, IPAL komunal sangat penting karena sebagian besar limbah rumah tangga di Kukar belum melalui proses penyaringan. Jika sistem ini berhasil, kualitas air di sungai akan meningkat signifikan dan mendukung peningkatan indeks kualitas lingkungan hidup daerah.

DLHK juga berencana memperluas pemantauan ke wilayah dengan potensi pencemaran tinggi, termasuk sekitar kawasan industri dan permukiman padat. Dengan dukungan masyarakat dan perusahaan, Slamet optimistis kualitas lingkungan Kukar akan terus meningkat secara berkelanjutan.(Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *