DLHK Kukar Siapkan Program “Jaga Lingkungan Lestari” Jadi Sumber PAD Baru


Sudutindonesia.info, Kukar – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara menyiapkan program “Jaga Lingkungan Lestari” sebagai langkah strategis untuk menjadikan pengelolaan sampah sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru. Program ini termasuk dalam enam arah kebijakan pengelolaan persampahan tahun 2025 yang dibahas dalam rapat koordinasi di Hotel Midtown Samarinda.
Kebijakan tersebut bertujuan agar pengelolaan sampah tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama masyarakat yang memberi nilai tambah ekonomi. Melalui program ini, DLHK Kukar ingin mengubah paradigma lama tentang sampah menjadi potensi ekonomi berkelanjutan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irwan, menegaskan bahwa program “Jaga Lingkungan Lestari” akan menjadi simbol dedikasi bersama dalam menjaga alam sekaligus membuka peluang ekonomi hijau.
“Program ini bukan hanya untuk memperkuat kesadaran lingkungan, tetapi juga untuk menciptakan nilai ekonomi dari sektor persampahan. Kami ingin menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi sumber PAD baru bagi daerah,” ujarnya.
Irwan menjelaskan bahwa sampah memiliki potensi besar jika dikelola secara sistematis. Kegiatan daur ulang, pengomposan, dan pemanfaatan limbah non-organik menjadi produk bernilai jual dapat memberi partisipasi langsung bagi masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Contohnya, sampah plastik bisa diolah menjadi bijih plastik daur ulang, sementara sampah organik dapat menjadi pupuk kompos untuk pertanian. Semua memiliki nilai ekonomi dan dapat memberikan pemasukan bagi warga maupun daerah,” tambahnya.
DLHK Kukar akan menggandeng pelaku usaha, komunitas lingkungan, dan lembaga pendidikan untuk mengembangkan program ini. Pemerintah juga berencana menyiapkan mekanisme pengelolaan terpadu agar hasil olahan sampah dapat diserap oleh industri dan pasar lokal.
“Kami ingin membangun ekosistem ekonomi sirkular, di mana limbah menjadi bahan baku baru yang memberi manfaat finansial. Jika ini berjalan baik, Kukar bisa menjadi contoh daerah yang berhasil menjadikan lingkungan sebagai sumber ekonomi berkelanjutan,” jelas Irwan.
Irwan menegaskan bahwa pelestarian lingkungan tetap menjadi inti utama program ini. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah diharapkan tumbuh bersamaan dengan munculnya peluang usaha di bidang tersebut.
“Lingkungan yang bersih bukan sekadar cita-cita, tapi kebutuhan bersama. Jika masyarakat ikut berpartisipasi, kita bisa wujudkan Kukar yang tidak hanya indah, tetapi juga produktif secara ekonomi,” ucapnya.
Melalui program “Jaga Lingkungan Lestari”, DLHK Kukar menegaskan tekadnya menjadikan pengelolaan sampah bagian dari perencanaan pembangunan daerah yang menyeluruh. Dengan sinergi pemerintah dan masyarakat, sektor lingkungan diharapkan menjadi salah satu penopang utama dalam mewujudkan Kukar Idaman Terbaik.
Irwan menutup dengan keyakinan bahwa perubahan pola pikir terhadap sampah menjadi kunci keberhasilan.
“Kalau masyarakat melihat sampah sebagai peluang, bukan beban, pengelolaan lingkungan akan berjalan dengan sendirinya. Dari situ, PAD baru bisa tumbuh dan berkelanjutan,” tuturnya.(Adv/DLHK KUKAR)

