Kota Bangun Darat Kebut Program Pertanian Darat, Targetkan Pusat Beras Lokal


Sudutindonesia.info, Kukar – Kecamatan Kota Bangun Darat gencar memperkuat sektor pertanian darat dengan target menjadikan wilayah ini sebagai salah satu pusat produksi beras lokal unggulan di Kutai Kartanegara.
Didukung potensi lahan subur yang luas, pemerintah kecamatan kini berfokus mengoptimalkan lahan-lahan tidur agar dapat dikelola untuk meningkatkan produksi pangan. Salah satu langkah yang sudah berjalan adalah pengembangan padi mentik susu di Desa Sarinadi yang ditetapkan sebagai proyek percontohan.
“Potensi pertanian darat kita besar. Ini saatnya kita dorong semua desa bergerak bersama mengembangkan pertanian unggulan,” kata Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, Rabu (18/6/2025).
Ia menambahkan bahwa sebanyak 70 persen wilayah Kecamatan Kota Bangun Darat merupakan lahan pertanian, namun sebagian besar masih belum tergarap maksimal karena berbagai kendala, mulai dari tumpang tindih lahan hingga keterbatasan infrastruktur.
“Masih ada kendala legalitas dan pengelolaan lahan, namun kami sudah mulai proses penataan dan inventarisasi ulang,” ungkap Julkifli.
Sinergi Pemerintah dan Petani
Dalam upaya mengoptimalkan potensi wilayah, pemerintah kecamatan aktif menggalang sinergi dengan pemerintah desa, dinas terkait, dan kelompok tani. Pendataan lahan produktif, perbaikan sistem pengairan, serta pelatihan petani menjadi bagian dari strategi yang diterapkan.
“Kami ingin menciptakan ekosistem pertanian yang terintegrasi. Petani tidak bekerja sendiri, semua pihak kami libatkan,” ujarnya.
Selain pengembangan padi mentik susu, program diversifikasi pertanian juga mulai diperluas. Beberapa desa kini tengah didorong untuk mengembangkan hortikultura dan tanaman pangan lain guna memperkuat ketahanan pangan lokal.
“Kami ingin potensi setiap desa tergali maksimal. Tidak hanya satu atau dua desa, semua desa punya peluang untuk berkembang,” tutur Julkifli.
Dorong Ketahanan Pangan Daerah
Melalui langkah strategis ini, Kecamatan Kota Bangun Darat menargetkan bisa berkontribusi besar pada ketahanan pangan di tingkat kabupaten. Julkifli berharap, dalam beberapa tahun ke depan, daerah ini mampu memasok kebutuhan beras berkualitas untuk wilayah Kukar.
“Kalau potensi lahan kita kelola optimal, bukan tidak mungkin dalam waktu dekat kita bisa jadi salah satu penopang utama kebutuhan pangan Kukar,” katanya.
Perhatian juga diberikan pada aspek keberlanjutan. Pemerintah kecamatan mendorong pengelolaan pertanian berbasis ramah lingkungan agar hasil produksi tidak hanya melimpah, tetapi juga berkualitas tinggi.
“Kami ingin hasil pertanian darat di Kota Bangun Darat dikenal luas, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi warga,” ucap Julkifli.
Dengan semangat kolaboratif dan program pengembangan yang semakin terstruktur, Kecamatan Kota Bangun Darat kini melangkah mantap menjadi motor baru bagi sektor pertanian darat di Kutai Kartanegara.(ADV/ARI)

