Manisnya Belimbing, Manisnya Harapan dari Desa Manunggal Jaya


Sudutindonesia.info, KUKAR – Di hamparan tanah subur Tenggarong Seberang, tersembunyi sebuah kebun yang bukan hanya menawarkan buah segar, tapi juga harapan segar bagi warga Desa Manunggal Jaya.
Namanya Kebun Belimbing, sebuah agrowisata yang kini tumbuh menjadi ikon desa, sekaligus simbol keberhasilan warga dalam mengelola potensi lokal.
Di balik kesuksesan kebun ini, berdiri sosok Sugiman, warga setempat yang tekun mengelola lahan belimbingnya dengan pendekatan ramah pengunjung. Namun, cerita manis kebun ini tidak lahir begitu saja. Butuh kerja sama, dukungan, dan semangat gotong royong agar kebun buah bisa menjelma jadi magnet wisata.
Wisata ini terletak di Jalan Keham L2 Blok D RT 015, Dusun Telaga Kencana. Di sinilah pengunjung dapat menikmati pengalaman memetik belimbing langsung dari pohonnya sebuah kegiatan sederhana, namun penuh makna, terutama bagi mereka yang haus akan ketenangan alam.
Tak hanya belimbing yang disuguhkan. Sugiman dan pemerintah desa turut menghadirkan berbagai fasilitas tambahan, mulai dari kolam renang anak, taman bermain mini, hingga kebun binatang kecil yang dihuni hewan-hewan jinak. Anak-anak pun bisa belajar sembari bermain di lingkungan yang asri dan aman.
Dengan tiket masuk hanya Rp 3.000 dan tambahan Rp 10.000 untuk menikmati kolam renang, kebun ini menjadi destinasi yang ramah kantong bagi keluarga.
Harga yang terjangkau tidak berarti murahan justru menandakan inklusivitas, bahwa wisata tidak hanya milik kalangan tertentu.
“Kebun ini cocok untuk keluarga. Pengunjung bisa petik buah sesuka hati, berfoto, atau hanya duduk santai di bawah rindangnya pepohonan,” ujar Kepala Desa Sukemi, pada Senin (7/7/2025).
Ia percaya, ketika desa membuka ruang wisata, desa juga membuka jalan bagi ekonomi warganya untuk ikut tumbuh.
Pemerintah Desa Manunggal Jaya tidak tinggal diam. Mereka terus mendorong agar Kebun Belimbing berkembang, termasuk menggandeng Dinas Pariwisata untuk memberikan pelatihan dan dukungan infrastruktur. Visi jangka panjangnya adalah menjadikan kebun ini sebagai destinasi agrowisata unggulan Kukar.
Ridha Fatrianta, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, menilai langkah desa ini sangat strategis. Baginya, wisata berbasis masyarakat seperti Kebun Belimbing adalah contoh nyata bagaimana desa bisa mandiri tanpa harus menunggu investor besar.
“Desa-desa seperti Manunggal Jaya menunjukkan bahwa wisata bisa lahir dari potensi sekitar. Tidak harus spektakuler, yang penting dikelola dengan baik dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan model wisata yang menggabungkan edukasi, rekreasi, dan pemberdayaan ekonomi lokal, kebun ini kini tidak hanya menarik perhatian warga Kukar, tetapi juga pelancong dari daerah tetangga yang mulai berdatangan mencari suasana berbeda.
Sugiman dan warga lainnya kini punya alasan untuk tersenyum. Belimbing yang dulu hanya dipanen untuk konsumsi rumah tangga, kini menjadi tumpuan harapan. Dan bagi para pengunjung, setiap langkah di antara pohon-pohon belimbing adalah pengingat bahwa kebaikan bisa tumbuh dari tangan-tangan desa.(Adv/Dispar Kukar)

