Pantai-Pantai Muara Badak Menawan, Dispar Kukar Perkuat Pengelolaan Warga


Sudutindonesia.info, KUKAR – Angin laut berhembus pelan di sepanjang bibir Pantai Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak.
Deretan pohon kelapa bergoyang lembut, sementara debur ombak menjadi musik alami yang menemani langkah para pengunjung.
Pagi itu, suasana tampak lebih ramai dari biasanya. Anak-anak berlarian, para ibu menggelar tikar piknik, dan beberapa remaja sibuk berswafoto dengan latar laut biru yang tenang.
Pantai ini bukan satu-satunya keindahan yang dimiliki Muara Badak. Wilayah pesisir ini menyimpan sederet pantai eksotis lainnya yang kini mulai dilirik wisatawan, baik dari dalam Kukar maupun luar daerah.
Kendati demikian di balik potret keindahan itu, tersimpan semangat warga yang perlahan menggerakkan roda pariwisata lokal, meski dengan segala keterbatasan.
Selama ini, pengelolaan objek wisata di Muara Badak masih didominasi inisiatif masyarakat. Tidak sedikit pantai yang dikelola secara pribadi, tanpa standar pelayanan maupun infrastruktur pendukung yang memadai. Meski demikian, geliat dan niat kuat untuk berkembang tak pernah surut.
Camat Muara Badak, Arpan, menjadi saksi langsung bagaimana masyarakat mulai membangun potensi yang ada dari nol.
Ia menyebutkan bahwa pembinaan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar pengelolaan destinasi tak hanya mengandalkan semangat, tapi juga strategi yang tepat.
“Beberapa pantai masih dikelola pribadi, sehingga pembinaan dari pemerintah sangat penting agar pelayanan dan manajemen destinasi dapat lebih baik lagi,” katanya.
Menjawab tantangan itu, Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara menggelar bimbingan teknis dan sosialisasi kepada pelaku wisata setempat. Dalam dua hari kegiatan, para pengelola diajak memahami pentingnya legalitas usaha, pengelolaan lingkungan, hingga standar pelayanan wisata yang aman dan ramah.
Bimbingan ini menyasar berbagai pihak dari pengelola pantai dan dermaga, hingga kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang menjadi ujung tombak dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat. Tujuannya tak lain agar warga mampu mengelola destinasi secara mandiri dan profesional.
Tak hanya menciptakan peluang ekonomi, keberadaan destinasi wisata juga menjadi ruang edukasi dan kebanggaan.
Kini warga tak perlu jauh-jauh ke luar daerah untuk menikmati suasana pantai yang asri. Mereka justru menjadikan halaman rumahnya sendiri sebagai tempat bersantai dan berbagi cerita.
Salah satu contoh nyata adalah Pantai Panrita Lopi. Lokasi ini kini menjadi favorit warga untuk berkemah dan berlibur. Bahkan, sejumlah event berskala kabupaten dan provinsi pernah digelar di sana. Semua itu tak lepas dari semangat masyarakat yang terus bergerak dan belajar.
Senada dengan Camat, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dispar Kukar, M. Ridha Fatrianta, mengapresiasi langkah tersebut.
Menurutnya, sinergi antara warga, pemerintah, dan pelaku usaha adalah kunci agar sektor wisata di Muara Badak bisa berkembang dan memberi manfaat luas.
“Pantai Panrita Lopi sekarang menjadi tempat favorit untuk berkemah dan berlibur. Kami dari Dispar Kukar selalu mendukung Pokdarwis aktif dengan bantuan teknis maupun pendampingan,” ujarnya.
Semangat yang terbangun di pesisir Muara Badak adalah kisah tentang harapan. Harapan dari pasir pantai, ombak yang berkejaran, dan tangan-tangan warga yang bekerja dalam diam. Perlahan tapi pasti, destinasi ini tak hanya menawarkan keindahan, tapi juga kebanggaan.
“Kuncinya ada di kolaborasi,” kata Ridha, menutup cerita tentang Muara Badak yang sedang bersiap menyambut masa depannya.(Adv/Dispar Kukar)

