Beranda » ADVERTORIAL » DINAS PARIWISATA KUKAR » Pulau Layung Seribu, Wisata yang Lahir dari Semangat Warga Hulu Mahakam

Pulau Layung Seribu, Wisata yang Lahir dari Semangat Warga Hulu Mahakam

Sudutindonesia.info, KUKAR – Di tengah derasnya pembangunan destinasi wisata berbasis komersial, Pulau Layung Seribu muncul membawa semangat berbeda.

Terletak di Desa Kembang Janggut, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, pulau ini mulai berkembang sebagai ruang wisata yang tak sekadar memanjakan mata, tapi juga menghidupkan kembali denyut ekonomi warga lokal.

Pulau yang dikelilingi aliran Sungai Mahakam ini menyuguhkan panorama alami yang belum tersentuh modernisasi.

Pengunjung tak hanya datang untuk berswafoto, tetapi juga merasakan suasana tenang khas pedalaman. Suara burung dan hembusan angin menjadi iringan alami saat berjalan di tepi sungai yang damai.

Plt Camat Kembang Janggut, Hartono, menyebut pengembangan Pulau Layung Seribu tak lepas dari peran masyarakat yang terus bergerak.

Baginya, wisata bukan hanya tentang fasilitas, tapi juga keterlibatan warga dalam menjaga dan membesarkan tempat yang mereka miliki bersama.

“Kami ingin menjadikan wisata ini menyatu dengan budaya dan kehidupan masyarakat, bukan sekadar tempat pelesiran,” ujarnya saat dikonfirmasi via telepon, pada Jumat (4/7/2025).

Daya tarik utama pulau ini bukan hanya panorama senja yang menenangkan atau sejuknya udara malam yang menyusup ke dalam tenda-tenda pengunjung. Melainkan cerita dan peran warga yang kini mulai menyambut wisatawan dengan warung kopi, jasa perahu, hingga penyewaan pondok sederhana di tepi sungai.

Fasilitas pelengkap seperti mushola dan wifi turut dibangun untuk mendukung kenyamanan pengunjung. Namun, perhatian utama justru ditujukan pada bagaimana UMKM lokal bisa tumbuh bersama geliat wisata. Kedai kopi yang berdiri di pulau ini misalnya, menjadi tempat bertemunya pelancong dan masyarakat dalam suasana santai penuh cerita.

Pengelolaan wisata dilakukan melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang aktif membangun komunikasi dengan pemerintah kecamatan dan Dinas Pariwisata Kukar. Kolaborasi ini membuka banyak peluang, dari pelatihan, bantuan infrastruktur, hingga promosi destinasi.

Hartono mengungkapkan, sinergi ini menjadi penting agar wisata yang dibangun tetap berkelanjutan dan tak kehilangan identitas lokalnya.

“Target kami menjadikan Pulau Layung Seribu sebagai salah satu destinasi andalan di kawasan hulu Mahakam,” tuturnya.

Di sisi lain, Dinas Pariwisata Kukar juga menaruh perhatian serius pada perkembangan pulau tersebut. Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Dispar Kukar, Ridha Fatrianta menyebut, pihaknya siap memberi dukungan pelatihan SDM, fasilitasi promosi, hingga pengembangan produk ekonomi kreatif.

“Potensinya besar, tapi harus didukung promosi, infrastruktur, dan semangat kolaborasi. Kami akan dorong agar semua pihak bergerak bersama,” ucap Ridha.

Dengan semangat kolektif dan dukungan penuh dari masyarakat, Pulau Layung Seribu perlahan berubah dari tempat biasa menjadi destinasi istimewa. Bukan karena bangunannya yang megah, tapi karena cerita yang tumbuh dari kebersamaan.

Pulau ini bukan hanya milik desa, tapi milik semua orang yang percaya bahwa wisata bisa tumbuh tanpa harus mengorbankan jati diri.

“Yang penting bukan ramai sesaat, tapi bagaimana wisata ini bisa menghidupi dan dihargai masyarakatnya,” kata Hartono menutup wawancara.(Adv/Dispar Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *