Beranda » DAERAH » Tekan Pengangguran, Distransnaker Kukar Siapkan Job Fair Everyday dan Fokus Latih Warga Desil 1–5

Tekan Pengangguran, Distransnaker Kukar Siapkan Job Fair Everyday dan Fokus Latih Warga Desil 1–5

Sudutindonesia.info, Tenggarong – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutai Kartanegara menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan angka pencari kerja dan tingkat pengangguran terbuka di Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya melalui program Job Fair Everyday berbasis sistem digital yang ditarget mulai diluncurkan pada Juli 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan data pencari kerja di Kukar hingga April 2026 tercatat mencapai lebih dari 10 ribu orang. Namun menurutnya, angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan jumlah pengangguran.

“Pencari kerja itu bukan serta-merta semuanya pengangguran. Ada juga yang sebenarnya sudah bekerja, tetapi pekerjaannya belum sesuai pendidikan atau kompetensinya, sehingga mereka masih terdata sebagai pencari kerja,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Untuk menekan angka tersebut, Distransnaker Kukar menyiapkan beberapa langkah strategis. Salah satunya melalui pelatihan tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

“Setelah pelatihan, kami juga bermitra dan melakukan perjanjian kerja sama dengan sejumlah perusahaan agar tenaga kerja lokal yang sudah dilatih bisa langsung ditempatkan,” katanya.

Selain itu, Distransnaker Kukar juga akan menggelar job fair berbasis kewilayahan yang menyasar wilayah hulu, tengah, dan pesisir. Langkah ini dilakukan agar informasi lowongan pekerjaan dapat menjangkau masyarakat di daerah yang selama ini dinilai minim akses informasi kerja.

“Supaya wilayah-wilayah yang termarginalkan tetap mendapatkan informasi adanya lowongan pekerjaan di daerah mereka,” jelas Dendy.

Tak hanya mengandalkan job fair konvensional, tahun ini Distransnaker Kukar juga mulai menerapkan konsep Job Fair Everyday yang berbasis sistem digital. Melalui sistem tersebut, pencari kerja dan pemberi kerja dapat dipertemukan tanpa harus datang langsung ke lokasi.

“Nantinya kalau ada lowongan pekerjaan dari perusahaan, informasinya bisa langsung terkirim ke email dan WhatsApp pencari kerja yang sudah terdaftar di aplikasi,” ungkapnya.

Program tersebut direncanakan mulai berjalan bersamaan dengan pelaksanaan job fair konvensional pada 15–17 Juli 2026 mendatang, sekaligus peluncuran program “Kukar Siap Kerja”.

“Kalau job fair konvensional tetap kita laksanakan setahun sekali di tiga wilayah. Bedanya, tahun ini hari kedua sudah ada pengumuman berapa peserta yang diterima perusahaan,” tambahnya.

Menurut Dendy, peserta yang diumumkan diterima perusahaan berpeluang besar langsung ditempatkan bekerja apabila lolos tahapan pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU).

Selain fokus pada penyerapan tenaga kerja, Distransnaker Kukar juga menargetkan penurunan angka kemiskinan melalui program pelatihan kerja. Terutama bagi masyarakat yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5 atau kelompok miskin ekstrem dan rentan miskin.

Dendy menyebut, saat ini pihaknya telah membuka 14 jenis pelatihan bersertifikasi dan proses seleksi peserta diprioritaskan bagi masyarakat dalam kategori tersebut.

“Kami fokus Desil 1 sampai Desil 5. Harapannya dengan pelatihan bersertifikasi ini bisa menekan angka kemiskinan di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Ia menegaskan, kemiskinan dapat ditekan apabila intervensi dilakukan melalui pendidikan dan akses ketenagakerjaan. Karena itu, Distransnaker Kukar berupaya menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan dunia kerja.

“Nantinya yang kami latih adalah masyarakat dari Desil 1 sampai Desil 5 agar mereka memiliki keterampilan dan akses lebih besar masuk dunia kerja,” tutupnya. Pengangguran, Distransnaker Kukar Siapkan Job Fair Everyday dan Fokus Latih Warga Desil 1–5

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara menyiapkan sejumlah strategi, untuk menekan angka pencari kerja dan tingkat pengangguran terbuka di Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya melalui program Job Fair Everyday berbasis sistem digital yang ditarget mulai diluncurkan pada Juli 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan data pencari kerja di Kukar hingga April 2026 tercatat mencapai lebih dari 10 ribu orang. Namun menurutnya, angka tersebut tidak sepenuhnya menggambarkan jumlah pengangguran.

“Pencari kerja itu bukan serta-merta semuanya pengangguran. Ada juga yang sebenarnya sudah bekerja, tetapi pekerjaannya belum sesuai pendidikan atau kompetensinya, sehingga mereka masih terdata sebagai pencari kerja,” ujarnya, Selasa (26/5/2026).

Untuk menekan angka tersebut, Distransnaker Kukar menyiapkan beberapa langkah strategis. Salah satunya melalui pelatihan tenaga kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

“Setelah pelatihan, kami juga bermitra dan melakukan perjanjian kerja sama dengan sejumlah perusahaan agar tenaga kerja lokal yang sudah dilatih bisa langsung ditempatkan,” katanya.

Selain itu, Distransnaker Kukar juga akan menggelar job fair berbasis kewilayahan yang menyasar wilayah hulu, tengah, dan pesisir. Langkah ini dilakukan agar informasi lowongan pekerjaan dapat menjangkau masyarakat di daerah yang selama ini dinilai minim akses informasi kerja.

“Supaya wilayah-wilayah yang termarginalkan tetap mendapatkan informasi adanya lowongan pekerjaan di daerah mereka,” jelas Dendy.

Tak hanya mengandalkan job fair konvensional, tahun ini Distransnaker Kukar juga mulai menerapkan konsep Job Fair Everyday, yang berbasis sistem digital. Melalui sistem tersebut, pencari kerja dan pemberi kerja dapat dipertemukan tanpa harus datang langsung ke lokasi.

“Nantinya kalau ada lowongan pekerjaan dari perusahaan, informasinya bisa langsung terkirim ke email dan WhatsApp pencari kerja yang sudah terdaftar di aplikasi,” ungkapnya.

Program tersebut, direncanakan mulai berjalan bersamaan dengan pelaksanaan job fair konvensional pada 15–17 Juli 2026 mendatang, sekaligus peluncuran program “Kukar Siap Kerja”.

“Kalau job fair konvensional tetap kita laksanakan setahun sekali di tiga wilayah. Bedanya, tahun ini hari kedua sudah ada pengumuman berapa peserta yang diterima perusahaan,” tambahnya.

Menurut Dendy, peserta yang diumumkan diterima perusahaan berpeluang besar langsung ditempatkan bekerja, apabila lolos tahapan pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU).

Selain fokus pada penyerapan tenaga kerja, Distransnaker Kukar juga menargetkan penurunan angka kemiskinan melalui program pelatihan kerja. Terutama bagi masyarakat yang masuk kategori Desil 1 hingga Desil 5 atau kelompok miskin ekstrem dan rentan miskin.

Dendy menyebut, saat ini pihaknya telah membuka sejumlah jenis pelatihan bersertifikasi dan proses seleksi peserta diprioritaskan bagi masyarakat dalam kategori tersebut.

“Kami fokus Desil 1 sampai Desil 5. Harapannya dengan pelatihan bersertifikasi ini bisa menekan angka kemiskinan di Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Ia menegaskan, kemiskinan dapat ditekan apabila intervensi dilakukan melalui pendidikan dan akses ketenagakerjaan. Karena itu, Distransnaker Kukar berupaya menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan dunia kerja.(Nita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *