Beranda » DAERAH » Kolaborasi Perdana FEBIS Unikarta dan Distransnaker Kukar, Dorong Mahasiswa Siap Kerja hingga Berwirausaha

Kolaborasi Perdana FEBIS Unikarta dan Distransnaker Kukar, Dorong Mahasiswa Siap Kerja hingga Berwirausaha

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Mahasiswa semester 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBIS) Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menggelar seminar hubungan industrial bersama Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara, Senin (25/5/2026), di ruang perkuliahan FEBIS Unikarta. Seminar ini mengangkat tema “Peran Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutai Kartanegara dalam Mewujudkan Hubungan Industrial yang Harmonis”.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza sebagai pemateri utama. Seminar juga didampingi Dekan FEBIS Unikarta, Dr. Sabran, bersama sejumlah dosen dan diikuti sekitar 65 mahasiswa.

Dalam pemaparannya, Dendy menekankan pentingnya membangun kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja yang terus berubah. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki mimpi, tetapi juga harus berupaya mewujudkannya melalui kemampuan dan kesiapan diri.

“Generasi muda hari ini jangan hanya bercita-cita menjadi karyawan. Mereka juga harus mampu berakselerasi menjadi pelaku usaha mandiri yang nantinya bisa membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” ujarnya.

Ia mengapresiasi kolaborasi yang terjalin bersama FEBIS Unikarta dan menyebut seminar tersebut menjadi kerja sama perdana dalam bidang hubungan industrial antara Distransnaker Kukar dan kampus.

“Alhamdulillah ini kolaborasi pertama untuk hubungan industrial. Kami sangat antusias karena kegiatan seperti ini penting untuk menyiapkan SDM muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja,” katanya.

Sementara itu, Dekan FEBIS Unikarta, Dr. Sabran, menjelaskan seminar tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memberikan pemahaman nyata kepada mahasiswa terkait kondisi ketenagakerjaan dan dunia industri di Kutai Kartanegara.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami berbagai isu strategis ketenagakerjaan, termasuk dinamika pemutusan hubungan kerja (PHK) yang belakangan terjadi. Dari situ, mahasiswa diharapkan mampu melihat peluang lain, salah satunya melalui kewirausahaan.

“Aspek kewirausahaan menjadi salah satu solusi ke depan. Ini juga sejalan dengan kurikulum dan visi FEBIS dalam mencetak mahasiswa yang tidak hanya siap lulus, tetapi juga siap kerja dan siap menciptakan peluang usaha,” jelasnya.

Dr. Sabran menambahkan, kerja sama dengan Distransnaker Kukar ke depan akan terus dikembangkan dalam bentuk yang lebih konkret, termasuk membuka peluang Memorandum of Agreement (MoA) dan konektivitas dengan dunia industri maupun perusahaan.

“Kita ingin mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di kelas. Mereka juga harus mendapat gambaran nyata tentang dunia kerja melalui kolaborasi dengan pemerintah, pengusaha, dan berbagai pihak lainnya,” tuturnya.

Selain Distransnaker Kukar, FEBIS Unikarta sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah instansi dan lembaga, di antaranya Lembaga Penjamin Simpanan dan PT Pegadaian melalui program praktisi mengajar.

Melalui seminar ini, kampus berharap mahasiswa memiliki bekal lebih matang dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan sekaligus mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi untuk masa depan mereka.(Nita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *