Duta Budaya Kukar Diburu: Panggung Generasi Muda Jaga Tradisi


Sudutindonesia.info, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) kembali membuka ajang tahunan Pemilihan Duta Budaya. Kompetisi ini tidak sekadar mencari figur berprestasi, melainkan generasi muda yang siap menjadi penjaga nilai-nilai tradisi dan warisan lokal.
Gelaran yang dijadwalkan berlangsung Mei 2025 ini telah memasuki masa pendaftaran, dan hingga akhir April tercatat 38 peserta dari berbagai kecamatan telah mendaftarkan diri. Targetnya, setidaknya ada perwakilan dari 20 kecamatan di Kukar.
“Tahun ini antusiasmenya cukup tinggi, dan kami ingin ada keterwakilan dari setiap kecamatan agar pelestarian budaya bisa berjalan lebih merata,” kata Puji Utomo, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar belum lama ini.
Kompetisi ini terbuka untuk pemuda dan pemudi berusia 16 hingga 24 tahun. Tidak hanya dituntut tampil percaya diri, para peserta juga harus memiliki pemahaman tentang budaya dan adat istiadat Kukar.
Disdikbud Kukar bahkan telah melakukan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah sejak sebelum Ramadan, demi menjaring minat generasi muda.
“Kami tidak ingin program ini hanya jadi ajang seremoni. Sosialisasi dilakukan langsung, agar siswa lebih paham bahwa budaya bukan sekadar masa lalu, tapi identitas yang harus dirawat,” ungkap Puji.
Rangkaian kegiatan akan dimulai dari seleksi administrasi, kemudian diikuti tahap prakarantina, hingga masuk ke masa karantina intensif di Tenggarong. Selama proses ini, peserta akan dibekali berbagai materi penting.
“Mulai dari etika budaya, wawasan sejarah, keterampilan berbicara, hingga pemahaman tentang isu pelestarian tradisi lokal,” tambah Puji.
Dari puluhan pendaftar, akan dipilih 20 finalis terbaik. Mereka akan menjalani masa karantina selama tiga hari untuk mengikuti pelatihan, simulasi, dan persiapan menuju malam puncak pemilihan.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini diharapkan bisa mencetak para duta budaya yang mampu menginspirasi dan memotivasi komunitasnya dalam menjaga serta mempromosikan warisan leluhur.
“Duta Budaya yang terpilih nantinya akan kami libatkan dalam berbagai kegiatan strategis, termasuk kampanye budaya, pelatihan di sekolah, hingga mewakili Kukar dalam ajang tingkat provinsi atau nasional,” tegas Puji.
Disdikbud Kukar meyakini bahwa pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan institusi, tapi perlu disinergikan dengan semangat dan partisipasi generasi muda.(ADV/ARI)

