Etam Begenjoh Kembali Digelar, Mahasiswa Kukar Promosikan Budaya di Malang


Sudutindonesia.info, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkenalkan budaya daerah ke luar Kalimantan.
Bersama Komunitas Keluarga Mahasiswa Pelajar Kukar (KMPKK) Malang, Dispar Kukar akan kembali menggelar event tahunan Etam Begenjoh di Kota Malang.
Kegiatan yang menjadi wadah promosi seni dan budaya Kukar ini akan menjadi penyelenggaraan kedua kalinya setelah sukses pada edisi sebelumnya.
Tahun ini, acara dijadwalkan berlangsung pada 24 Mei 2025 dan sepenuhnya difasilitasi oleh Pemkab Kukar melalui Dispar.
Plt Kabid Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, menyebutkan bahwa persiapan telah dimulai sejak awal April. Dalam kunjungan perwakilan mahasiswa Malang ke Tenggarong, digelar pertemuan awal guna menyampaikan konsep dasar acara serta usulan kolaborasi.
“Pada intinya, Pemkab Kukar siap mendukung penuh pelaksanaan Etam Begenjoh. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi langkah nyata dari mahasiswa untuk memperkenalkan budaya Kukar ke luar daerah,” ungkap Ivan, saat dikonfirmasi media ini dirung kerjanya pada Senin (7/4/2025).
Menurutnya, setelah konsep dan rancangan acara rampung, koordinasi lanjutan akan dilakukan secara daring, mengingat mahasiswa telah kembali ke Malang. Dispar Kukar akan memfasilitasi presentasi kesiapan acara melalui Zoom.
Tidak hanya mahasiswa, sejumlah perangkat daerah juga direncanakan ikut terlibat. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar akan berpartisipasi dengan menampilkan permainan tradisional khas Kutai seperti begasing dan sumpit.
Sementara Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) masih dalam tahap koordinasi terkait partisipasi mereka.
“Partisipasi OPD ini penting untuk menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mempromosikan budaya lokal. Dispora sudah mengonfirmasi akan menghadirkan atraksi permainan tradisional yang unik dan menghibur,” jelasnya.
Daya tarik lain dari Etam Begenjoh tahun ini juga terletak pada penampilan seni dari Kukar. Diperkirakan lima grup seni akan diberangkatkan, mewakili kekayaan budaya pesisir, keraton, dan pedalaman.
“Kami ingin memastikan bahwa penampil yang kami bawa benar-benar mewakili keberagaman budaya Kukar. Karena itu, ada proses kurasi untuk memilih yang terbaik,” tegas Ivan.
Ia berharap Etam Begenjoh tidak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga ruang silaturahmi dan kebanggaan bagi masyarakat Kukar yang sedang menimba ilmu di luar daerah.
“Semoga kegiatan ini bisa menguatkan rasa cinta terhadap budaya sendiri dan jadi momentum mempersatukan para perantau asal Kukar. Kami ingin budaya Kukar dikenal lebih luas,” pungkasnya.(Adv/Dispar Kukar)

