Beranda » DAERAH » Zakat Jadi Kekuatan Baru Kukar Hadapi Penurunan Anggaran, Sekda Ajak ASN dan UPZ Bergerak Bersama

Zakat Jadi Kekuatan Baru Kukar Hadapi Penurunan Anggaran, Sekda Ajak ASN dan UPZ Bergerak Bersama

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menegaskan komitmen memperkuat pengelolaan zakat sebagai pilar sosial dan ekonomi umat. Hal itu disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri yang diwakilkan oleh Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di Gedung Serbaguna DPRD Kukar, Selasa (21/10/2025).

Dalam sambutannya, Sunggono menekankan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan pengumpulan dan pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

“Zakat bukan sekadar ibadah, tetapi sistem sosial dan ekonomi Islam yang menumbuhkan keadilan dan solidaritas umat. Di tengah menurunnya anggaran daerah, zakat bisa menjadi kekuatan alternatif membangun kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran aktif kecamatan dan lembaga zakat yang telah mendukung visi Kukar Idaman Terbaik, termasuk rencana pembentukan Unit Badan Zakat (UBZ) di setiap kecamatan dan kelurahan.

Sementara itu, Plt. Sekretaris Kecamatan Loa Kulu, Khairuddinata, menyambut baik arahan pemerintah daerah. Ia menyebut Loa Kulu telah menjadi salah satu kecamatan dengan UPZ paling aktif dan dua kali meraih penghargaan.

“Kami memulai dari ASN di kantor camat untuk memahami dan melaksanakan Perda Zakat. Setelah berjalan, kami kembangkan ke desa-desa. Arahan Sekda tadi menginspirasi kami agar zakat tak hanya untuk fakir miskin, tapi juga pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” tuturnya.

Ia menegaskan, semangat gotong royong dan pengelolaan zakat yang profesional akan memperkuat pemberdayaan umat di tingkat kecamatan hingga desa.

“Zakat harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya kewajiban, tapi sumber kekuatan sosial,” ungkapnya.

Kegiatan Rakorda ini diharapkan menjadi momentum nyata bagi seluruh pihak, untuk memperkuat kolaborasi, membangun kesadaran zakat yang berkelanjutan, dan menjadikan Kukar sebagai daerah teladan dalam pengelolaan zakat yang amanah dan transparan. (Anita R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *