Beranda » ADVERTORIAL » DLHK KUKAR » Dharma Wanita DLHK Kukar Gunakan Daun Pisang untuk Media Tanam Ramah Lingkungan

Dharma Wanita DLHK Kukar Gunakan Daun Pisang untuk Media Tanam Ramah Lingkungan

Sudutindonesia.info, Kukar – Dharma Wanita Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara menghadirkan inovasi ramah lingkungan dengan memanfaatkan daun pisang sebagai media tanam sementara untuk bibit tanaman hortikultura dan tanaman obat keluarga (toga), menggantikan polibag plastik yang sulit terurai.

Langkah ini sejalan dengan upaya pengurangan sampah plastik sekaligus mempercantik lingkungan kantor. Inisiatif sederhana namun berdampak ini menjadi contoh praktik berkebun yang ramah lingkungan dan mendukung konsep zero waste di DLHK Kukar.

Ketua Dharma Wanita DLHK Kukar, Eka Yuyun Slamet Hadiraharjo, menjelaskan ide penggunaan daun pisang lahir dari keinginan anggota untuk mengurangi limbah plastik dalam kegiatan pembibitan tanaman.

“Sebelum bibit dipindahkan ke pot dari botol bekas, kami semai terlebih dahulu di daun pisang. Cara ini sederhana tapi hasilnya bagus,” ujarnya di Kantor DLHK Kukar.

Ia menambahkan bahwa daun pisang dipilih karena mudah didapat, murah, dan teksturnya cocok untuk pembibitan berbagai jenis tanaman. Setelah bibit tumbuh kuat selama sekitar dua minggu, tanaman dipindahkan ke pot plastik hasil daur ulang dari botol bekas.

“Daun pisang itu kami tanam langsung bersama bibitnya ke pot plastik. Nantinya daun akan hancur sendiri dan menambah unsur hara pada tanah,” jelas Eka dengan antusias.

Selain ramah lingkungan, metode ini memperkuat komitmen Dharma Wanita dalam menerapkan konsep tanpa limbah di kegiatan penghijauan kantor. Kegiatan ini juga bertujuan memberi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana.

Bibit yang tumbuh akan ditempatkan di kebun mini di area kantor, khususnya di sisi pos satpam. Lahan ini dimanfaatkan untuk menanam berbagai sayuran dan tanaman toga yang bisa digunakan pegawai maupun masyarakat sekitar.

“Kami manfaatkan lahan yang ada agar lingkungan kantor lebih hijau dan bermanfaat,” imbuh Eka.

Ia berharap kegiatan ini menjadi kebiasaan berkelanjutan dan menginspirasi masyarakat untuk menggunakan media tanam alami dalam berkebun.

“Kalau masyarakat membiasakan diri memakai bahan alami seperti daun pisang, sampah plastik dari polibag bisa berkurang,” ucap Eka.

Program Dharma Wanita DLHK Kukar ini sejalan dengan semangat instansi untuk mendorong kesadaran masyarakat Kutai Kartanegara dalam pengelolaan sampah. Inovasi sederhana ini diharapkan menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan bisa dilakukan dengan cara kreatif, mudah, dan dapat diterapkan di rumah maupun kantor.(Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *