Beranda » ADVERTORIAL » DINAS PARIWISATA KUKAR » Dispar Kukar Dorong Wisata Goa Sanggulan Lewat Pembentukan Pokdarwis Benua Raya

Dispar Kukar Dorong Wisata Goa Sanggulan Lewat Pembentukan Pokdarwis Benua Raya

Sudutindonesia.info, KUKAR – Upaya memaksimalkan potensi wisata berbasis alam kembali dilakukan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar).

Kali ini, langkah konkret diambil di Desa Sanggulan, Kecamatan Sebulu, dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Benua Raya, yang difokuskan untuk mengelola daya tarik wisata goa.

Pembentukan Pokdarwis tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) pada 17 Juni 2025 lalu, sekaligus diiringi dengan kegiatan sosialisasi kelembagaan dan pengelolaan wisata oleh Dispar Kukar.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Airin Susanti, mengatakan bahwa inisiasi ini merupakan bagian dari strategi penguatan kelembagaan masyarakat sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

“Kita berikan pemahaman menyeluruh, mulai dari kelembagaan sampai pemberdayaan masyarakat yang berada di sekitar destinasi,” jelas Airin saat dikonfirmasi media ini, pada Kamis (10/7/2025).

Desa Sanggulan sendiri menyimpan pesona alam tersembunyi melalui dua objek unggulan, yakni Goa Labirin dan Goa Binuang. Kedua lokasi ini menawarkan petualangan alam yang menantang dan kian diminati wisatawan dengan minat khusus.

Airin menyebutkan, sebelum terbentuk secara resmi, warga desa telah lebih dulu mempromosikan potensi tersebut secara mandiri. Langkah itu kemudian diperkuat dengan pengajuan pembentukan Pokdarwis pada akhir 2024.

“Warga sudah bergerak lebih dulu. Mereka kenalkan potensi goa-nya, lalu ajukan pembentukan Pokdarwis. Ini jadi bentuk kemandirian yang perlu terus didampingi,” ujarnya.

Dispar Kukar tak hanya berhenti di Sanggulan. Dua desa lain di Kecamatan Tabang juga tengah diproses untuk pembentukan kelembagaan serupa, sebagai bagian dari pemerataan program penguatan wisata desa di Kukar.

Dalam skema ini, Dispar juga akan menyiapkan pelatihan lanjutan serta sertifikasi bagi anggota Pokdarwis, guna memastikan standar pelayanan wisata yang memadai dan berkelanjutan.

Airin mengingatkan, keberhasilan pengelolaan wisata desa bukan hanya bergantung pada objeknya, tetapi juga kesiapan SDM dan dukungan dari pemerintah desa setempat.

“Tanpa SDM yang kuat, program wisata tidak bisa berjalan. Dan itu semua kuncinya ada di dukungan desa. Kalau pemerintah desanya mendukung, Pokdarwis pasti hidup,” tutupnya.(Adv/Dispar Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *