Beranda » ADVERTORIAL » DINAS PARIWISATA KUKAR » Keterlibatan Warga Jadi Penentu Suksesnya Desa Wisata di Kukar

Keterlibatan Warga Jadi Penentu Suksesnya Desa Wisata di Kukar

Sudutindonesia.info, KUKAR – Mengembangkan desa wisata di Kutai Kartanegara (Kukar) tidak hanya bergantung pada keindahan alam atau keunikan budaya yang dimiliki. Peran aktif masyarakat lokal menjadi kunci utama agar desa wisata bisa bertahan, maju, dan memberikan manfaat nyata bagi warga sekitar.

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar, Arianto, menegaskan bahwa pelibatan warga lokal mutlak diperlukan dalam seluruh tahapan pengembangan wisata desa.

Menurutnya, warga harus diberi ruang untuk berkontribusi, mulai dari tahap perencanaan, pembangunan fasilitas, hingga pengelolaan sehari-hari.

“Jadi nanti kalau ada desa membuat destinasi wisata atau wahana wisata tapi masyarakatnya tidak dilibatkan maka pengembangan wisata ini akan lambat, maka masyarakat lokal juga harus dilibatkan dalam pengembangan wisata desa,” ujar Arianto di ruang kerjanya, Jumat (23/05/2025).

Ia menjelaskan, masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi justru penggerak utama agar wisata desa tetap hidup.

Mereka bisa berperan mulai dari menjaga kebersihan area wisata, menyiapkan atraksi budaya, hingga melayani wisatawan dengan sikap ramah.

Arianto menekankan, suasana desa yang bersih, tertib, dan penduduknya ramah akan menjadi nilai tambah yang membedakan desa wisata dengan destinasi lain.

Hal-hal kecil seperti pengelolaan sampah pun harus dipegang bersama agar tidak menurunkan kenyamanan pengunjung.

“Tapi kalau ada destinasi wisata desa namun ada sampahnya dan di lokasi wisata tidak bersih, itu akan mengurangi estetika atau kenyamanan orang berkunjung. Siapa yang mengurus kebersihan sampah? Ya tentu warga masyarakat sekitar, jadi warganya harus disentuh juga supaya memiliki kesadaran bahwa desanya ada lokasi destinasi wisata,” terangnya.

Selain itu, Arianto menyebutkan pentingnya memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat desa.

Pelatihan tersebut mencakup pengelolaan wisata, pelayanan tamu, pemasaran, hingga pengembangan produk lokal agar desa wisata punya daya tarik beragam.

Ia meyakini, desa wisata yang dikelola bersama dengan pola gotong royong akan menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas.

Pendapatan tidak hanya masuk ke pengelola wisata, tetapi juga ke warga melalui usaha homestay, kuliner, kerajinan tangan, dan jasa penunjang lainnya.

“Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku pariwisata menjadi penting dilakukan dalam mendukung pengembangan Desa Wisata sebagai salah satu strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” tutupnya.

Dengan pola pemberdayaan warga seperti ini, Dispar Kukar optimistis desa wisata bisa menjadi salah satu tulang punggung pariwisata daerah, sekaligus menjaga kearifan lokal agar tetap lestari di tengah modernisasi.(Adv/Dispar Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *