Kukar Siap Gelar PKD 2025: Rayakan Jati Diri, Wariskan Budaya Lewat Pameran dan Anugerah Budayawan

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara laksanakan Rapat persiapan Pekan Kebudayaan Daerah (PKD), pada Rabu pagi (15/10/2025) di Ruang Rapat Gedung A, Bidang Kebudayaan Disdikbud, Tenggarong, Kalimantan Timur. Kegiatan tersebut membahas berbagai aspek teknis penyelenggaraan pameran yang menjadi bagian utama dari agenda tahunan kebudayaan ini.
Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) Tahun 2025, yang akan digelar pada 20–23 Oktober 2025 di Gedung ISBI Tenggarong ini, akan menjadi ruang ekspresi kebudayaan dan partisipasi masyarakat dengan mengusung tema “Memajukan Kebudayaan Daerah, Mengukuhkan Identitas Bangsa”.
Pamong Budaya Ahli Muda Disdikbud Kukar, M. Saidar, menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya akan mengangkat 10 Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) sebagai fokus pameran. Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turut dilibatkan untuk menampilkan kekayaan budaya dan tradisi khas Kutai Kartanegara.
“Pameran ini menampilkan sepuluh objek kebudayaan. OPD-OPD yang terlibat seperti Dispora akan menampilkan olahraga tradisional: gasing, belogo, enggrang, sedangkan Dinas Koperasi dan UMKM menghadirkan produk-produk tradisi seperti kuliner khas lokal,” ujar Saidar.
Ia menambahkan, kegiatan akan berlangsung selama empat hari, dan akan dipusatkan di Gedung ISBI Tenggarong sebagai titik utama. Namun, beberapa kegiatan tambahan juga akan digelar di titik lain, seperti Planetarium Tenggarong, untuk menampilkan atraksi budaya dan kegiatan luar ruang.
Menurutnya, progres persiapan kegiatan telah mencapai 85 persen. Meski pelaksanaannya tergolong mendesak karena penyesuaian jadwal dan anggaran, Saidar memastikan seluruh pihak siap menyukseskan acara tersebut.
“Memang waktunya cukup mepet, tapi dukungan dari OPD, pelaku budaya, dan vendor luar biasa. Kami berkolaborasi dengan Kukar Kreatif dan vendor Erwan Riyadi untuk menggarap konsep pameran sesuai arah kebijakan kebudayaan daerah,” ungkapnya.
PKD tahun ini juga menghadirkan Malam Anugerah Budaya, yang akan memberikan penghargaan kepada para seniman dan budayawan yang konsisten melestarikan kebudayaan lokal, baik melalui karya, dedikasi, maupun peran aktif di masyarakat.
Selain itu, pameran ini akan melibatkan 12 stand yang menampilkan beragam karya pelestarian budaya, UMKM, hingga lembaga pendidikan. Disdikbud Kukar juga mengajak peserta didik dari berbagai sekolah untuk datang dan belajar langsung tentang sepuluh objek kebudayaan tersebut.
“Kita ingin anak-anak dan generasi muda mengenal lebih dekat budaya mereka sendiri. Dengan begitu, mereka tidak hanya melihat, tapi memahami nilai dan kebanggaan di balik warisan budaya Kutai,” ujar Saidar.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, berharap melalui PKD dan Malam Anugerah Budaya tahun ini, masyarakat semakin mencintai dan menghargai jati diri mereka sebagai bagian dari Kutai Kartanegara.
“Budaya bukan masa lalu yang usang, tapi nafas kehidupan yang terus kita wariskan. Pekan Kebudayaan ini adalah cara kita merayakan jati diri sebagai orang Kutai,” ungkapnya penuh semangat.
Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat yang tinggi, Pekan Kebudayaan Daerah 2025 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas dan ketahanan budaya masyarakat Kukar, serta meneguhkan komitmen bersama dalam memajukan kebudayaan daerah sebagai fondasi bangsa. (Anita R)

