Kukar Siap Hadirkan Eroh Bebaya ke-7 di Yogyakarta, Tampilkan Warna Baru Budaya Kutai


Sudutindonesia.info, KUKAR – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali bersiap menghadirkan Eroh Bebaya ke-7, sebuah festival budaya tahunan yang telah menjadi ikon promosi seni dan adat istiadat Kutai ke pentas nasional bahkan internasional.
Tahun ini, gelaran Eroh Bebaya dijadwalkan berlangsung pada 28 Juni 2025, bertempat di Monumen SO 1 Maret, Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta kota yang dikenal sebagai pusat kebudayaan dan kreativitas di Indonesia.
Plt. Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kukar, Awang Ivan Ahmad, mengungkapkan kesiapan timnya yang telah merampungkan konsep acara dan melakukan koordinasi intens dengan Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
“Kami juga didampingi oleh mahasiswa Kukar yang menuntut ilmu di Yogyakarta, tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Kutai Kartanegara (IPM Kukar). Mereka membantu proses koordinasi agar acara berjalan lancar dan sesuai harapan,” ujarnya saat ditemui Selasa (24/6/2025).
Ivan menjelaskan, walau sempat berencana menggelar acara di kawasan Titik Nol Yogyakarta, rencana itu berubah karena lokasi tersebut sedang dalam perbaikan, sehingga kegiatan dipindahkan ke titik lain yang tak kalah strategis.
“Kami optimistis acara tetap meriah dan berkesan. Selain itu, kami menggandeng berbagai OPD seperti Disdik, Diskopum, dan Dispora untuk turut mendukung suksesnya Eroh Bebaya tahun ini,” kata Ivan.
Lebih lanjut, kata dia , “Talent dari Kukar akan tampil memukau, sekaligus mahasiswa asal Kukar di Jogja juga akan menunjukkan kreativitasnya. Ini jadi bukti nyata sinergi dan kebanggaan kami terhadap budaya daerah.” tuturnya.
Pelaksanaan Eroh Bebaya di Yogyakarta, menurut Ivan, adalah peluang emas untuk mengenalkan budaya Kutai kepada khalayak luas yang selama ini dikenal aktif dalam gelaran seni dan budaya.
“Harapan kami, Eroh Bebaya 2025 akan membawa warna baru yang lebih segar dan dinamis. Kami ingin menampilkan pertunjukan seni yang variatif, membuka ruang promosi bagi UMKM Kukar, dan menguatkan interaksi budaya lintas daerah” harapnya.
“Semua ini kami lakukan demi membangun citra Kukar sebagai daerah yang kaya tradisi dan kreatifitas melalui diplomasi budaya yang kuat,” tambah Ivan.
Event ini tidak hanya menjadi panggung seni, tapi juga jembatan memperkuat kebanggaan dan identitas budaya Kukar di mata dunia.(Adv/Dispar Kukar)

