Beranda » DAERAH » Pesut Mahakam Jadi Pusat Perhatian, Mahasiswa dan Pemkab Bergerak Bersama Jaga Ikon Sungai dari Kepunahan

Pesut Mahakam Jadi Pusat Perhatian, Mahasiswa dan Pemkab Bergerak Bersama Jaga Ikon Sungai dari Kepunahan

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara — Upaya pelestarian pesut Mahakam kembali menggema di Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui Diskusi Publik dan Edukasi Konservasi bertajuk, Perlindungan Pesut Mahakam dalam Rangka Kebijakan Konservasi Jenis Ikan Dilindungi Berdasarkan Kepmen KP No. 49 Tahun 2022, mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) berkolaborasi dengan Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Kukar untuk membangun kesadaran kolektif melindungi satwa ikonik Kalimantan Timur itu. Acara berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Jumat (17/10/2025), Tenggarong.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Yayasan Konservasi RASI Samarinda dan dihadiri berbagai pihak yang peduli terhadap kelestarian lingkungan perairan Mahakam.

Pengawas Perikanan Ahli Muda DKP Kukar, Syahrul, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif mahasiswa. Ia menilai, langkah ini menjadi titik awal yang penting bagi generasi muda untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap keberlangsungan hidup pesut Mahakam.

“Ini merupakan langkah awal yang luar biasa. Kita perlu memberikan apresiasi yang setinggi kepada mahasiswa Unikarta karena telah menunjukkan kepedulian nyata terhadap pesut Mahakam,” ujar Syahrul.

Ia menjelaskan, intervensi dari DKP selama ini dilakukan melalui pengawasan rutin serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama untuk melindungi populasi pesut yang semakin menurun.

“Harapan kami, langkah dari adik-adik mahasiswa ini bisa terus bersinergi dengan pemerintah untuk menjaga kawasan Mahakam Hulu agar pesut tetap terlindungi,” tambahnya.

Sementara itu, Ahmad Zulfiansyah, pengamat lingkungan dari Kutai Kartanegara, menilai kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat peran akademisi dalam menjaga habitat pesut Mahakam.

“Bagus sekali, luar biasa. Anak muda sekarang sudah mulai interes dengan hal-hal ikonik seperti pesut Mahakam. Tapi ke depan, saya berharap diskusi ini tidak hanya berhenti di lingkup akademisi,” tuturnya.

Zulfiansyah mendorong agar kegiatan serupa melibatkan pemerintah daerah, provinsi, serta pemangku kebijakan, sehingga hasil diskusi dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan nyata seperti peraturan daerah atau produk hukum lainnya.

“Harusnya ada tindak lanjut nyata. Kalau pemerintah konsisten, aturan dibuat dan dijalankan. Jangan hanya seremonial. Harus ada aksi, sanksi, dan pengawasan yang jelas,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan lembaga konservasi diharapkan dapat melahirkan langkah konkret untuk menjaga pesut Mahakam, yang merupakan satu-satunya pesut air tawar di dunia, agar tetap hidup dan lestari di sungai kebanggaan Kalimantan Timur, Sungai Mahakam. (Anita R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *