Beranda » DAERAH » Rilis Kedua Polresta Samarinda Tegaskan Transparansi Penanganan Kasus Bom Molotov

Rilis Kedua Polresta Samarinda Tegaskan Transparansi Penanganan Kasus Bom Molotov

Sudutindonesia.info, Samarinda – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda menggelar konferensi pers lanjutan terkait pengungkapan kasus perakitan bom molotov di lingkungan Kampus FKIP Universitas Mulawarman (Unmul), Jalan Banggeris, Karang Anyar, Kecamatan Sungai Kunjang, Rabu siang (3/9/2025). Acara berlangsung di Aula Rupatama Polresta Samarinda dan dipimpin langsung Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, S.I.K., M.H.

Kasus ini bermula dari temuan pada Minggu (31/8/2025), yaitu 27 botol bom molotov siap pakai, potongan kain perca, serta jerigen berisi bahan bakar yang diduga akan dipakai saat aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kalimantan Timur, 1 September 2025 lalu. Polisi segera mengamankan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, serta mendalami peran para terduga pelaku di lokasi.

Hasil penyelidikan menetapkan empat tersangka berinisial M.Z.F, M.H, M.A.G.A, dan A.R Mereka diduga merakit sekaligus menyembunyikan bom molotov di area kampus. Polisi juga mengidentifikasi dua aktor intelektual yang masih dalam pengejaran karena diduga menjadi pengendali aksi.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menegaskan bahwa langkah cepat aparat dilakukan untuk mencegah kerusuhan.

“Ada pihak yang berusaha membuat situasi menjadi chaos. Maka, kami harus segera bertindak demi menjaga Kamtibmas tetap kondusif,” tegasnya.

Ia juga memastikan seluruh proses penanganan dilakukan sesuai prosedur.

“Semua yang diamankan malam itu kami periksa dengan menjunjung hak asasi manusia. Tidak ada kekerasan terhadap mahasiswa. Fokus kami hanya menjaga keamanan agar tetap terkendali,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Prof. Dr. H. Moh. Bahzar, M.Si. menyampaikan apresiasi kepada pihak kepolisian. Menurutnya, tindakan cepat tersebut telah mencegah ancaman besar saat unjuk rasa.

“Tidak bisa dibayangkan jika bom molotov ini digunakan dalam aksi yang melibatkan ribuan massa. Kami berterima kasih kepada Polresta Samarinda atas langkah antisipatifnya,” ungkapnya.

Konferensi pers ini merupakan yang kedua digelar Polresta Samarinda untuk menegaskan keterbukaan dalam penanganan perkara. Seluruh kegiatan berakhir pukul 15.30 Wita dalam suasana aman dan terkendali. (Anita R)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *