3.700 Pengunjung di Libur Lebaran, Pulau Kumala Masih Jadi Primadona


Sudutindonesia.info, KUKAR – Pulau Kumala kembali membuktikan daya tariknya sebagai destinasi wisata unggulan di Kutai Kartanegara.
Meski sempat disorot karena kesan angker dan fasilitas yang kurang terawat, kawasan wisata di tengah Sungai Mahakam itu tetap ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat momentum libur panjang Idulfitri 1446 H.
Dalam periode 31 Maret hingga 7 April 2025, Dinas Pariwisata mencatat lebih dari 3.700 orang datang menikmati panorama dan wahana yang tersedia.
“Angka ini menunjukkan bahwa Pulau Kumala masih punya magnet kuat di tengah masyarakat,” ujar Plt Kepala Dispar Kukar, Arianto, saat diwawancarai di lokasi, Selasa (15/4/2025).
Pemerintah daerah tidak tinggal diam menyikapi antusiasme tersebut. Sejumlah program revitalisasi mulai dijalankan, salah satunya pembenahan sistem pencahayaan. Menurut Arianto, lampu-lampu yang sebelumnya kerap dikeluhkan kini sudah mulai diperbaiki.
“Kami paham pentingnya pencahayaan dalam menciptakan kenyamanan. Ini bagian dari prioritas kami,” katanya.
Selain perbaikan teknis, rencana pembangunan taman baru di area patung naga juga masuk dalam agenda revitalisasi. Area tersebut disiapkan sebagai titik santai dan spot foto ikonik untuk menambah nilai estetika Pulau Kumala.
Menurutnya, upaya ini bukan semata demi mempercantik kawasan, tapi juga bagian dari strategi pemulihan citra Pulau Kumala yang sebelumnya sempat diragukan publik.
“Beberapa orang menganggap Pulau Kumala tidak terurus. Justru sekarang kami tunjukkan bahwa pembenahan nyata sedang berjalan,” jelas Arianto.
Pihak Dispar Kukar juga memastikan bahwa pengembangan kawasan dilakukan bertahap namun berkelanjutan. Fasilitas publik akan terus ditingkatkan agar wisatawan merasa lebih nyaman dan betah berlama-lama di kawasan tersebut.
Komitmen untuk menjadikan Pulau Kumala sebagai destinasi unggulan tak hanya bergantung pada anggaran, tetapi juga pada kemauan untuk terus hadir di lapangan.
Dalam kunjungannya bersama jajaran Dispar, Arianto menegaskan bahwa keterlibatan langsung adalah bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun pariwisata Kukar.
Ia pun mengajak masyarakat untuk melihat langsung perubahan yang sedang dilakukan.
“Kalau masih ragu, datanglah ke Pulau Kumala. Rasakan sendiri atmosfernya, lihat fasilitas yang sudah diperbarui. Jangan hanya dengar isu dari luar,” tandasnya.(Adv/Dispar Kukar)

