Beranda » ADVERTORIAL » DINAS PARIWISATA KUKAR » Bungker Jepang di Jembayan, Jejak Sejarah yang Terlupakan dan Berpotensi Jadi Wisata Edukatif

Bungker Jepang di Jembayan, Jejak Sejarah yang Terlupakan dan Berpotensi Jadi Wisata Edukatif

Sudutindonesia.info, KUKAR – Di perbukitan Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), dua bungker peninggalan masa penjajahan Jepang masih berdiri, menjadi saksi bisu sejarah Perang Dunia II yang terlupakan.

Lokasi ini belum banyak dikenal, namun menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah yang edukatif dan bernilai ekonomi.

Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, menyebutkan bahwa keberadaan bungker tersebut bisa menjadi salah satu daya tarik wisata berbasis sejarah. Namun untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku wisata agar pengembangannya berjalan optimal.

“Bungker peninggalan Jepang di Jembayan memang benar adanya. Itu adalah salah satu potensi destinasi wisata sejarah yang bisa kita angkat. Tapi tentu tidak semudah membalik telapak tangan, semuanya butuh proses,” ujar Arianto saat ditemui Senin (28/4/2025).

Menurutnya, keberadaan situs tersebut bukan hanya penting sebagai peninggalan sejarah, tapi juga bisa menjadi sarana edukasi sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.

Ia menyebut potensi sudah ada, tinggal bagaimana semua pihak bisa bersinergi dalam mengembangkan dan menjaga keberadaan lokasi tersebut.

“Dengan adanya perhatian dan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata, situs bungker Jepang di Jembayan bisa menjadi ikon baru wisata sejarah di Kukar. Dan ini sebuah langkah nyata untuk melestarikan sejarah, sambil mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kearifan lokal,” lanjutnya.

Hingga kini, ketertarikan sejumlah pihak terhadap potensi wisata ini mulai terlihat. Dispar Kukar pun siap memberikan dukungan, termasuk dari sisi promosi dan perencanaan pengembangan. Namun, keterbatasan akses menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi.

Salah satu warga Jembayan, Jamil, mengungkapkan bahwa dari dua bungker yang ada, hanya satu yang masih berdiri. Satunya lagi telah runtuh akibat letaknya yang berada di tepi jurang. Sementara bungker yang tersisa belum bisa diakses dengan mudah karena kondisi medan yang cukup terjal.

“Yang satu sudah runtuh karena berada di tepi jurang, sedangkan yang satu lagi masih ada, tapi medannya cukup rawan, jadi belum bisa diakses secara aman,” jelas Jamil.

Ia menambahkan, lokasi bungker berada di kawasan perbukitan dan belum memiliki akses jalan resmi.

Pengunjung harus berjalan kaki melalui jalur setapak, membuat tempat ini belum banyak dikunjungi. Ia berharap pemerintah bisa memberi perhatian lebih serius agar situs tersebut tak hilang ditelan waktu.

“Dulu pernah ada survei awal, tapi belum dilanjutkan lagi. Sayang kalau situs sejarah ini tidak dijaga. Kami sebagai warga ingin bungker ini bisa dirawat dan dimanfaatkan,” tutupnya.(Adv/Dispar Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *