Beranda » ADVERTORIAL » DLHK KUKAR » Waspadai Bara di Tanah Basah, DLHK Kukar Siaga Karhutla Gambut

Waspadai Bara di Tanah Basah, DLHK Kukar Siaga Karhutla Gambut

Sudutindonesia.info, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan gambut. Sekitar sepertiga wilayah Kukar merupakan lahan gambut yang sangat mudah terbakar dan membutuhkan penanganan khusus saat api muncul di bawah permukaan tanah.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Taufik, menyebut bahwa kebakaran di lahan gambut termasuk jenis yang paling sulit dikendalikan. Api dapat menjalar di lapisan bawah tanah tanpa terlihat dari permukaan, sehingga baru disadari ketika kebakaran sudah meluas dan menimbulkan asap pekat yang mengganggu kesehatan masyarakat.

“Kalau gambut terbakar, dampaknya bisa meluas hingga keluar daerah. Kerugiannya tidak hanya lokal, tapi regional,” ujarnya.

Taufik menjelaskan, asap yang dihasilkan dari pembakaran gambut mengandung partikel halus berbahaya yang sulit diurai. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan pernapasan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Karena itu, pencegahan menjadi langkah utama agar kebakaran besar tidak terulang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ia menambahkan, kebakaran gambut juga merusak ekosistem alami dan menurunkan kualitas tanah secara permanen. Jika tidak dikendalikan, dampaknya bisa memengaruhi ketahanan lingkungan dalam jangka panjang serta mengancam keberlanjutan ekonomi masyarakat yang bergantung pada lahan tersebut.

Untuk menekan risiko itu, DLHK Kukar bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, dan Polri memperketat pengawasan di area rawan karhutla. Patroli lapangan dilakukan secara rutin dengan memantau tingkat kelembapan tanah dan mengidentifikasi titik-titik panas potensial yang berpotensi menjadi sumber api.

“Butuh kesadaran bersama. Satu api kecil di lahan gambut bisa berubah menjadi bencana besar,” tegas Taufik mengingatkan.

Selain pengawasan, pemerintah daerah juga memperkuat edukasi kepada masyarakat di wilayah rawan karhutla. Melalui penyuluhan langsung di desa-desa dan perkebunan, petugas memberikan pemahaman tentang bahaya membakar lahan serta cara membuka lahan secara ramah lingkungan tanpa api.

Pemerintah juga terus mendorong penggunaan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar. Walau membutuhkan biaya awal yang lebih besar, metode ini dianggap jauh lebih aman dan efisien dibandingkan dengan cara tradisional yang berisiko tinggi terhadap kerusakan lingkungan.

“Alternatif tanpa bakar memang tidak instan. Tapi dibanding risiko karhutla, pilihan ini jauh lebih masuk akal,” ujarnya menambahkan.

DLHK Kukar berharap, seluruh lapisan masyarakat ikut berpartisipasi dalam menjaga wilayah gambut agar tetap lembap dan terbebas dari sumber api. Partisipasi aktif warga dianggap menjadi faktor penting dalam menekan risiko kebakaran yang dapat merugikan banyak pihak.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, upaya pencegahan karhutla di lahan gambut diharapkan semakin efektif. Langkah ini menjadi komitmen bersama untuk menjaga lingkungan Kukar tetap aman, udara tetap bersih, dan kehidupan masyarakat terhindar dari ancaman kabut asap yang merugikan.(Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *