Beranda » ADVERTORIAL » DLHK KUKAR » BSM Suka Maju Raih Apresiasi Internasional dengan 365 Nasabah Aktif

BSM Suka Maju Raih Apresiasi Internasional dengan 365 Nasabah Aktif

Sudutindonesia.info, KUTAI KARTANEGARA – Bank Sampah Mandiri (BSM) Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, terus menunjukkan peran nyata dalam menekan persoalan sampah sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Hingga kini, BSM memiliki 365 nasabah aktif yang rutin menabung sampah setiap bulan.

Sejak berdiri pada 2018, BSM Suka Maju tidak sekadar mengumpulkan dan memilah limbah plastik, tetapi juga mengubahnya menjadi nilai ekonomi melalui sistem tabungan sampah. Menariknya, hasil tabungan tersebut bisa ditukar menjadi sembako menjelang bulan Ramadan, menjadi bentuk manfaat langsung bagi masyarakat.

Ketua BSM Suka Maju, Yayuk Setiahati, menjelaskan bahwa program ini lahir dari semangat warga untuk mandiri sekaligus peduli terhadap lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah, dengan adanya bank sampah, kami menabung sampah sejak 2018 sampai hari ini. Setiap Ramadan, tabungan itu bisa ditukar dengan sembako atau kebutuhan lain sesuai kesepakatan nasabah,” ujar Yayuk baru-baru ini.

Ia menambahkan, sistem BSM Suka Maju memiliki aturan unik yang menekankan kesadaran dan kedisiplinan. Jika nilai tabungan sampah tidak cukup untuk memperoleh sembako, kekurangannya harus dibayar kembali dengan sampah, bukan uang tunai.

“Kalau nilai tabungan kurang, kekurangannya tidak boleh dibayar dengan uang. Setelah lebaran kan banyak sampah, jadi dibayar lagi dengan sampah,” jelas Yayuk sambil tersenyum.

Selain menumbuhkan kesadaran warga untuk memilah sampah, sistem ini juga memperkuat kebersamaan masyarakat. Setiap menjelang Ramadan, BSM sibuk menyiapkan pembagian sembako bagi para nasabahnya.

“Menjelang Ramadan, dua minggu sebelum puasa kami sibuk berbelanja sembako untuk dibagikan kepada para nasabah. Sekarang nasabah kami sudah mencapai 365 orang,” ungkap Yayuk.

Keberhasilan BSM Suka Maju menarik dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan yang membantu fasilitas dan program edukasi. Tak hanya itu, kiprah mereka juga mendapat perhatian internasional.

“Baru-baru ini kami kedatangan aktivis lingkungan dari Jerman, Carolina, dan dari Spanyol, Sabrina. Mereka tertarik melihat bagaimana sistem kami bekerja,” kata Yayuk dengan bangga.

Kunjungan para aktivis asing membuktikan bahwa upaya warga Suka Maju dalam mengelola sampah mendapat apresiasi dunia. Melalui gotong royong, BSM membuktikan bahwa sampah bisa menjadi sumber penghidupan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Yayuk berharap semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap pengelolaan sampah. Ia menegaskan bahwa di balik tumpukan sampah terdapat peluang ekonomi besar yang mampu menopang perekonomian keluarga jika dikelola dengan baik.

“Kami selalu mengajak semuanya untuk tidak takut bermain dengan sampah. Slogan kami adalah lebih baik hidup dari sampah daripada hidup menjadi sampah,” tegas Yayuk.

Lebih jauh, BSM Suka Maju kini mengembangkan inovasi pengolahan plastik menjadi paving blok. Menurut Yayuk, penerapan paving blok berbahan limbah plastik secara luas bisa membantu menyelesaikan persoalan sampah plastik di Indonesia.

“Kalau Indonesia, terutama Kutai Kartanegara, bisa memakai paving blok dari limbah plastik, semua plastik akan bersih dan tuntas, tidak lagi menjadi momok,” ujarnya optimistis.

Kini, keberadaan BSM Suka Maju bukan hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat desa bisa berdaya melalui pengelolaan sampah. Dengan semangat kebersamaan dan kesadaran ekologis, BSM membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil di desa.(Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *