Beranda » ADVERTORIAL » DLHK KUKAR » BSM Suka Maju Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block yang Dicari Warga

BSM Suka Maju Ubah Sampah Plastik Jadi Paving Block yang Dicari Warga

Sudutindonesia.info, KUTAI KARTANEGARA – Bank Sampah Mandiri (BSM) Desa Suka Maju, Kecamatan Tenggarong Seberang, berhasil menghadirkan inovasi pengelolaan sampah plastik yang mulai diminati warga dan fasilitas umum. Paving block berbahan plastik yang dihasilkan kelompok ini kini digunakan sebagai solusi ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomi tinggi.

Ketua BSM Suka Maju, Yayuk Setiahati, menyebutkan delapan warga sudah menggunakan paving block untuk halaman rumah masing-masing. Selain itu, beberapa fasilitas publik seperti kantor desa, Posyandu, dan kantor PKK juga mulai memakai produk ini sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular di tingkat desa.

“Sudah delapan warga pakai paving block plastik dari kami. Kantor desa, Posyandu, dan kantor PKK juga sudah pakai. Jadi hampir semua fasilitas umum di sini sudah menggunakan produk kami,” ujar Yayuk.

Yayuk menambahkan, masyarakat semakin percaya karena paving block plastik BSM terbukti kuat, tahan lama, dan tidak mudah pecah. Berbeda dari paving konvensional, produk ini memiliki potensi awet seumur hidup.

“Paving kami jauh lebih kuat karena terbuat dari plastik padat. Kalau paving biasa bisa pecah kalau kena beban berat, tapi produk kami insyaallah awet seumur hidup,” jelas Yayuk.

Proses produksi dilakukan mandiri dengan peralatan sederhana. Setiap kali produksi, BSM mampu mencetak 100 hingga 200 paving block, tergantung jumlah plastik hasil tabungan warga yang tersedia.

“Sekali produksi bisa sampai 200 biji. Bahannya kami ambil dari plastik yang dikumpulkan warga. Setelah dilebur, kami cetak jadi paving block,” terang Yayuk.

Harga per unit paving block Rp7.000, sedikit lebih tinggi dibanding paving semen, namun kualitasnya lebih unggul karena kuat, tahan cuaca, dan ramah lingkungan.

“Harga memang lebih tinggi, tapi kualitasnya jauh berbeda. Warga yang sudah pakai merasa puas karena paving-nya awet dan mudah dibersihkan,” tambah Yayuk.

Selain manfaat lingkungan, kegiatan ini berdampak sosial positif. Sebagian keuntungan dari penjualan disalurkan untuk membantu warga yang membutuhkan, sehingga program ini tetap berorientasi sosial.

“Kami ingin hasilnya tidak hanya dinikmati kelompok kami, tapi juga membantu tetangga yang kesulitan,” kata Yayuk.

Dengan semakin banyaknya warga dan fasilitas umum yang menggunakan paving block plastik, BSM Suka Maju berharap inovasi ini menginspirasi desa-desa lain di Kutai Kartanegara untuk mengelola sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

“Harapan kami, makin banyak desa berani berinovasi. Sampah itu punya nilai kalau kita mau mengolahnya dengan serius,” tutup Yayuk.(Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *