Black Stone Disiapkan Jadi Ikon Geowisata Baru di Kukar


Sudutindonesia.info, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menata langkah untuk mengenalkan potensi destinasi alam tersembunyi yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat luas.
Salah satu lokasi yang kini mendapat sorotan serius adalah Black Stone, batu raksasa berwarna hitam yang terletak di kawasan perbukitan Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang.
Keunikan batu besar dengan permukaan gelap pekat ini tidak hanya memikat dari segi penampilan fisik, tetapi juga karena letaknya yang berada di tengah bentang alam yang masih asri.
Dinas Pariwisata Kukar (Dispar Kukar) menilai Black Stone berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai geowisata, yaitu wisata berbasis keunikan geologi yang dikombinasikan dengan nilai edukasi dan konservasi.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dispar Kukar, Ridha Patrianta, mengatakan bahwa Black Stone bisa menjadi ikon wisata alam baru di Bhuana Jaya.
Ia menilai, kekuatan geologi dan keindahan lanskap di sekitarnya membuat kawasan ini punya daya tarik yang berbeda dibanding destinasi lain di Kukar.
“Black Stone bisa menjadi ikon wisata alam Desa Bhuana Jaya. Lokasinya memiliki kekuatan dari sisi geologi dan bentang alam yang dapat dikembangkan menjadi wisata berbasis edukasi dan konservasi,” jelas Ridha ketika dihubungi pada Rabu (11/6/2025).
Menurut Ridha, pesona Black Stone cocok untuk menarik minat wisatawan yang gemar fotografi alam, trekking, atau sekadar menikmati suasana alam bersama keluarga.
Dispar Kukar pun mulai menyusun rencana pengembangan awal, seperti membuka jalur akses, memasang papan penunjuk arah, menyiapkan area istirahat, hingga menyediakan spot swafoto yang aman.
Dalam tahap pelaksanaan, Dispar Kukar juga melibatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Bhuana Jaya agar pengelolaan kawasan berjalan secara bertahap dan terarah.
Ridha menekankan pentingnya peran warga dalam menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lokasi bagi wisatawan.
“Kita ingin Black Stone ini berkembang secara bertahap tapi terarah. Pokdarwis menjadi mitra penting kami dalam menjaga kawasan tetap nyaman, bersih, dan aman untuk wisatawan,” ucapnya.
Untuk mendukung promosi, Black Stone telah dimasukkan dalam daftar konten prioritas digital Dispar Kukar tahun 2025.
Melalui promosi berbasis foto dan video, Ridha berharap destinasi ini dapat menjangkau wisatawan lebih luas di era digital.
Ke depan, ia juga membuka peluang agar Black Stone terintegrasi dengan paket wisata lain di desa, seperti pertunjukan seni lokal atau atraksi budaya.
“Black Stone bukan hanya soal batu besar, tapi simbol bagaimana potensi lokal bisa menjadi destinasi unggulan jika dikelola dengan baik. Kami optimis desa ini bisa menjadi model pengembangan wisata berbasis masyarakat yang sukses,” tutupnya.(Adv/Dispar Kukar)

