Beranda » ADVERTORIAL » DINAS PARIWISATA KUKAR » Promosi Destinasi Kukar Masih Didominasi Pelaku Luar Daerah

Promosi Destinasi Kukar Masih Didominasi Pelaku Luar Daerah

Sudutindonesia.info, KUKAR – Dominasi pelaku luar daerah dalam memasarkan paket wisata ke destinasi unggulan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) masih menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi pemerintah daerah bersama pelaku industri pariwisata lokal.

Alih-alih dikelola sepenuhnya oleh biro perjalanan di Kukar, promosi dan penjualan paket wisata justru lebih sering dilakukan oleh biro perjalanan dari Samarinda maupun Balikpapan.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata Kukar, Ridha Patrianta, menyebut kondisi ini seharusnya bisa menjadi bahan evaluasi bagi pelaku usaha perjalanan wisata di Kukar.

Ia menilai peluang pasar wisata sangat terbuka lebar, tetapi belum dimanfaatkan maksimal oleh biro lokal.

“Biro-biro perjalanan di Kukar lebih dominan menjual paket wisata ke luar. Untuk inbound, justru banyak dari Samarinda atau Balikpapan yang membuat dan menjual paket ke destinasi Kukar,” jelas Ridha saat dihubungi pada Rabu (11/6/2025).

Ridha menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya telah membuka ruang dan memberikan berbagai dukungan, mulai dari pendampingan hingga pelatihan penyusunan paket wisata.

Namun, peran aktif biro perjalanan dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) tetap menjadi kunci utama agar promosi destinasi Kukar bisa lebih optimal.

Menurutnya, pola kerja sama lintas sektor dengan pelaku dari luar daerah bisa dijadikan referensi untuk meningkatkan kapasitas biro wisata di Kukar.

Lebih jauh, Ridha mengingatkan bahwa potensi pariwisata Kukar tidak hanya terbatas pada panorama alam yang beragam, tetapi juga warisan budaya hingga wisata buatan.

Semua daya tarik itu bisa dikemas dalam paket wisata tematik, baik untuk wisata keluarga, ekowisata, wisata budaya, maupun wisata edukasi.

Saat ini, Dispar Kukar terus berupaya mendorong penguatan peran pelaku lokal dengan memfasilitasi pelatihan pemasaran digital, penyusunan materi promosi, hingga pendampingan pembuatan paket wisata.

Ridha juga berharap agar generasi muda yang tergabung dalam Pokdarwis atau komunitas pariwisata semakin berani berinovasi dalam menjual potensi lokal, bukan sekadar menjadi penonton.

Contoh sukses kolaborasi sudah mulai terlihat di beberapa titik, seperti di Kecamatan Kembang Janggut.

Wilayah ini kini aktif mengembangkan wisata berbasis komunitas dengan dukungan promosi dari berbagai pihak. Hal serupa diharapkan dapat diterapkan di kecamatan lain yang memiliki potensi serupa.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur pendukung dan penyediaan informasi berbasis digital juga terus diupayakan agar promosi destinasi Kukar makin terarah dan menjangkau lebih banyak wisatawan.

Ridha optimistis, jika semua pihak serius mengambil peran, maka dominasi pelaku luar daerah bisa dikurangi, dan Kukar dapat memaksimalkan potensi wisatanya untuk mendatangkan pendapatan bagi masyarakat.

“Yang terpenting adalah membangun kesadaran bersama bahwa potensi pariwisata Kukar sangat besar. Jika semua pihak terlibat aktif, maka Kukar bukan hanya menjadi tujuan, tapi juga mampu menjual dirinya sebagai destinasi unggulan di Kalimantan Timur,” pungkasnya.(Adv/Dispar Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *