Dispar Kukar Siapkan Workshop Digital Marketing untuk Dorong Industri Kreatif Lokal


Sudutindonesia.info, KUKAR – Menghadapi era digital yang semakin kompetitif, Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Kartanegara (Kukar) mempersiapkan strategi promosi baru untuk mendongkrak daya saing produk unggulan daerah.
Salah satunya melalui penyelenggaraan workshop digital marketing yang akan digelar pada waktu dekat ini.
Kegiatan ini akan difokuskan pada pengoptimalan media sosial sebagai saluran pemasaran utama. Strategi ini dinilai relevan dengan perkembangan perilaku konsumen yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui platform digital.
Kepala Bidang Pembinaan Industri Pariwisata Dispar Kukar, Antoni Kusbiantoro, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut menyasar pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif.
Tiga sub sektor utama yang menjadi prioritas yakni fotografi, animasi, dan kriya bidang yang dianggap memiliki potensi besar untuk tumbuh dalam lanskap pemasaran digital.
“Workshop ini akan membahas strategi konkret dalam mengelola media sosial untuk memperkenalkan produk-produk lokal secara lebih luas,” ujar Antoni saat ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (3/4/2025).
Ia menyebutkan bahwa pelatihan ini tak hanya bersifat teknis, tetapi juga akan membekali peserta dengan pendekatan kreatif dalam membangun citra produk secara digital.
Konten visual, storytelling, hingga pemanfaatan tren digital menjadi materi yang dirancang sesuai kebutuhan pelaku usaha kreatif di Kukar.
Menurutnya, peningkatan kapasitas di bidang digital marketing akan membantu pelaku usaha menjangkau pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di tengah ketatnya persaingan.
“Dengan strategi yang tepat, kita bisa menarik lebih banyak pembeli potensial, termasuk wisatawan yang selama ini belum mengenal produk Kukar,” jelas Antoni.
Dispar Kukar menilai media sosial tak lagi hanya sebagai alat promosi tambahan, melainkan bagian tak terpisahkan dari upaya membangun branding daerah. Karena itu, pelatihan ini juga diarahkan untuk mengubah cara pandang pelaku usaha terhadap promosi digital.
Selain memperluas pasar, workshop ini juga ditargetkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar pelaku industri kreatif di Kukar, sehingga muncul kolaborasi yang berkelanjutan.
“Kalau mereka sudah paham cara kerja promosi digital, dampaknya bukan cuma ke penjualan, tapi juga ke peningkatan kunjungan wisata,” sambung Antoni.
Ia berharap program ini dapat menjadi pijakan untuk memajukan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang berkelanjutan. Apalagi, produk-produk dari Kukar memiliki keunikan yang bisa bersaing di tingkat nasional bahkan global.
“Dengan pemanfaatan media sosial yang optimal, kita berinovasi agar produk unggulan Kutai Kartanegara dapat lebih dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional. Inilah bagian dari investasi jangka panjang untuk industri kreatif daerah,” tutupnya.(Adv/Dispar Kukar)

