Insan Pers Bekesah: Bupati Kukar Tegaskan Media Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya menjadikan media sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam kegiatan diskusi bertajuk “Insan Pers Bekesah” yang digelar di Taman Tanjong Tenggarong, pada Minggu malam (21/12/2025).
Kegiatan ini diinisiasi oleh insan pers bersama tiga asosiasi media, yakni Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), sebagai ruang dialog terbuka antara media, pemerintah, dan masyarakat.
Ketua penyelenggara kegiatan, Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa Insan Pers Bekesah lahir dari kegelisahan bersama insan pers terhadap berbagai dinamika dan problematika jurnalistik yang berkembang di tengah masyarakat. “Forum ini kami konsepkan sederhana, namun substansinya adalah meningkatkan kualitas berpikir dan langkah ke depan insan pers. Wartawan adalah ujung tombak penyambung lidah rakyat, sedangkan perusahaan pers adalah pelayan bagi wartawan,” ujar Ahmad Fauzi.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarmedia serta penguatan kapasitas internal melalui edukasi dan diskusi, agar media lokal memiliki kualitas yang tidak kalah dengan media besar di luar daerah.
Sementara itu, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengapresiasi penuh inisiatif yang dilakukan oleh insan pers. Menurutnya, forum diskusi seperti ini sangat penting untuk menyatukan persepsi antara pemerintah, media, dan masyarakat. “Kegiatan ini luar biasa. Bahkan seharusnya pemerintah yang memulai, tetapi teman-teman media sudah melangkah lebih dulu. Ini patut diapresiasi,” kata Aulia.
Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin dan dikembangkan menjadi diskusi tematik dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD). “Misalnya diskusi infrastruktur, pendidikan, atau sektor lain. Kebijakan ada di pemerintah, OPD menjalankan teknisnya, dan masyarakat merasakan dampaknya. Semua harus inline,” pungkasnya.(Anita R)

