Beranda » ADVERTORIAL » DINAS PARIWISATA KUKAR » Pariwisata dan Ekraf Jadi Lokomotif Baru Ekonomi Kukar 2025

Pariwisata dan Ekraf Jadi Lokomotif Baru Ekonomi Kukar 2025

Sudutindonesia.info, KUKAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menata ulang arah pembangunan ekonomi daerah dengan menempatkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) sebagai lokomotif pertumbuhan baru pada 2025.

Langkah ini diyakini mampu menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Arianto, mengatakan program pengembangan pariwisata tahun depan tak lagi bersifat seremonial, melainkan fokus pada perbaikan konkret di titik-titik strategis.

Ia menyebut revitalisasi infrastruktur dan optimalisasi potensi lokal sebagai dua kunci utama penggerak kebangkitan sektor ini.

“Tahun ini, sektor pariwisata jadi sorotan utama sesuai dengan visi Dedikasi yang diusung pemerintah daerah,” ujar Arianto saat ditemui di kantornya. Selasa (18/3/2025).

Salah satu fokus utama adalah Pulau Kumala yang disebut akan dikembangkan kembali sebagai ikon wisata Kukar. Selain itu, Tugu Khatulistiwa di Marangkayu dirancang sebagai kawasan wisata edukasi modern lengkap dengan rest area, pusat kuliner, dan ruang informasi interaktif.

Tak hanya mengandalkan objek fisik, Dispar Kukar juga akan menghidupkan kembali agenda seni dan budaya lokal sebagai magnet wisata. Festival musik, kuliner, dan pertunjukan tradisional disiapkan untuk digelar rutin dalam skala yang lebih luas.

“Kami ingin agar wisata budaya kembali hidup dan dikenal hingga ke mancanegara,” jelas Arianto.

Strategi tersebut turut menyasar pelaku ekonomi kreatif, khususnya UMKM yang akan dilibatkan aktif dalam ekosistem wisata. Dispar Kukar berkomitmen menyediakan ruang promosi dan dukungan pelatihan agar produk lokal bisa bersaing di pasar wisata.

Aksesibilitas juga menjadi perhatian utama. Dispar akan menggandeng instansi teknis, pemerintah pusat, hingga sektor swasta untuk memastikan konektivitas menuju destinasi wisata dalam kondisi prima. Selain perbaikan fisik, Arianto menekankan pentingnya kehadiran digital.

“Promosi digital terus kami dorong supaya Kukar makin dikenal luas melalui media sosial dan platform online,” terangnya.

Dengan strategi terukur dan kolaboratif ini, Pemerintah Kukar menargetkan pariwisata dan ekraf menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Arianto menegaskan, orientasi utamanya tetap pada manfaat langsung yang dirasakan masyarakat.

“Kalau wisata hidup, maka ekonomi warga akan ikut bergerak,” tutupnya.(Adv/Dispar Kukar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *