Deklarasi Warga Kukar Teguhkan Komitmen Menuju Indonesia Bersih 2029


Sudutindonesia.info, Kukar – Semangat menjaga kebersihan lingkungan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali ditunjukkan melalui deklarasi gerakan “Kutai Kartanegara Menuju Indonesia Bersih 2029” yang digelar di Waduk Panji Sukarame, Kecamatan Tenggarong.
Kegiatan ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, komunitas lingkungan, pelaku usaha, asosiasi profesi, dan masyarakat umum. Semua pihak hadir untuk menunjukkan tekad bersama dalam pengelolaan sampah secara bertanggung jawab dari hulu hingga hilir.
Deklarasi tersebut memuat tujuh poin komitmen yang dirancang sebagai pedoman bagi warga Kukar untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. Di dalamnya, ditekankan pentingnya perubahan perilaku, inovasi pengelolaan sampah, serta sinergi antarsektor dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Salah satu poin utama menekankan pengurangan timbulan sampah dari sumbernya dengan prinsip konsumsi bijak dan penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Masyarakat juga berkomitmen menjaga kebersihan melalui gotong royong dan aksi bersih rutin di sekolah, kantor, dan ruang publik.
Selain itu, warga Kukar sepakat menerapkan pemilahan sampah dari rumah tangga hingga tempat usaha untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan. Deklarasi juga mendorong inovasi ekonomi sirkular, seperti pengolahan sampah plastik menjadi batako dan pemanfaatan limbah organik menjadi pakan maggot, sehingga sampah dapat menjadi sumber daya bernilai ekonomi.
Butir lain menekankan pentingnya menumbuhkan budaya peduli lingkungan melalui pendidikan, kampanye, dan keteladanan nyata. Kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta juga dianggap penting agar sistem pengelolaan sampah berjalan berkelanjutan.
Dalam poin terakhir, warga Kukar bertekad menjadikan daerahnya sebagai contoh bagi gerakan Indonesia Bersih 2029 di Kalimantan Timur.
“Perubahan menuju Indonesia Bersih dimulai dari diri sendiri, dari rumah, sekolah, kantor, dan komunitas. Semua itu harus didasari semangat gotong royong dan cinta terhadap bumi,” bunyi naskah deklarasi yang dibacakan bersama para peserta.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara, Slamet Hadiraharjo, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan wujud komitmen nyata memperkuat gerakan lingkungan di daerah.
“Kami ingin gerakan ini menjadi gaya hidup masyarakat, bukan hanya kegiatan sesaat. Jika semua pihak aktif, Kukar bisa menjadi daerah bersih dan berketahanan lingkungan,” ujar Slamet.
Ia menambahkan, peringatan World Cleanup Day 2025 menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Kesadaran individu dalam memilah dan mengelola sampah sejak rumah akan sangat menentukan keberhasilan gerakan Indonesia Bersih.
“Jika setiap warga disiplin mengelola sampahnya sendiri, beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkurang drastis dan lingkungan kita lebih sehat,” jelasnya.
Slamet juga mengungkapkan bahwa Pemkab Kukar tengah menyiapkan program pendukung, termasuk pengembangan bank sampah, pelatihan kelompok penggerak lingkungan, serta kemitraan dengan dunia usaha dalam pengolahan limbah. Semua langkah ini diharapkan memperkuat upaya kolektif menuju Indonesia Bersih 2029.(Adv/DLHK KUKAR)

