DLHK Kukar Tambah Tiga TPS3R untuk Tingkatkan Kemandirian Pengelolaan Sampah


Sudutindonesia.info, TENGGARONG – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di beberapa wilayah. Upaya ini menjadi bagian dari program Kukar Idaman Terbaik untuk mewujudkan lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Tahun ini, DLHK Kukar membangun tiga TPS3R baru di Kecamatan Sangasanga, Kembang Janggut, dan Tabang. Seluruh proyek tengah dalam tahap pengerjaan dan dijalankan sesuai kontrak yang telah disepakati antara pemerintah dan pihak pelaksana.
Kepala DLHK Kukar, Slamet Hadiraharjo, menjelaskan bahwa fasilitas baru ini menjadi langkah konkret untuk mendorong kemandirian masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Setiap unit TPS3R dibangun dengan anggaran sekitar Rp 1,5 miliar, yang mencakup sarana fisik dan perlengkapan operasional.
“Pembangunan TPS3R tahun ini ada di tiga lokasi: Sangasanga, Kembang Janggut, dan Tabang. Anggaran untuk satu TPS3R sekitar Rp 1,5 miliar,” ujar Slamet.
Ia menambahkan, setelah pembangunan selesai, pengelolaan TPS3R akan diserahkan kepada pihak kecamatan untuk membentuk struktur pengurus lokal. Namun, DLHK Kukar tetap menanggung biaya operasional awal selama satu hingga dua tahun pertama agar fasilitas dapat berjalan lancar.
“Untuk satu sampai dua tahun pertama, pembiayaan pengurusnya tetap dari DLHK. Tahun ini semua selesai dibangun, dan 2026 ditargetkan aktif beroperasi,” jelas Slamet.
Dengan tambahan tiga unit baru ini, total TPS3R di Kukar kini berjumlah delapan lokasi. Sebelumnya, fasilitas serupa telah berdiri di Loa Kulu, Tenggarong, Muara Kaman, Muara Wis, dan Muara Muntai.
Slamet menekankan bahwa keberadaan TPS3R bertujuan mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang hampir penuh.
“Dengan TPS3R, pengelolaan sampah bisa dilakukan lebih dekat dengan sumbernya. Masyarakat juga lebih aktif memilah dan mengolah sampah rumah tangga,” terangnya.
Ia menambahkan, TPS3R bukan sekadar fasilitas pengolahan sampah, tetapi juga sarana edukatif untuk membentuk kesadaran masyarakat agar peduli terhadap lingkungan. Menurut Slamet, kesadaran kolektif menjadi kunci menciptakan lingkungan bersih dan lestari.
“Kami ingin masyarakat punya kebiasaan baru, tidak hanya membuang sampah, tapi juga tahu cara mengelolanya dengan baik dan bernilai,” tegasnya.
DLHK Kukar berkomitmen melanjutkan pembangunan dan peningkatan fasilitas TPS3R di tahun-tahun mendatang. Dengan semakin meluasnya sistem ini, diharapkan Kutai Kartanegara menjadi contoh kabupaten yang berhasil menerapkan pengelolaan sampah berkelanjutan di Kalimantan Timur.(Adv/DLHK KUKAR)

