Kukar Modernisasi TPA Bekotok, Terapkan Sanitary Landfill Ramah Lingkungan


Sudutindonesia.info, Kukar – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara tengah menata ulang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bekotok di Kecamatan Tenggarong, menandai peralihan dari sistem open dumping ke sanitary landfill. Langkah ini bertujuan menghadirkan pengelolaan sampah yang lebih aman, higienis, dan sesuai standar nasional.
Modernisasi TPA Bekotok dilakukan seiring meningkatnya volume sampah dari wilayah perkotaan Tenggarong dan sekitarnya. Penerapan sanitary landfill diharapkan dapat menekan risiko pencemaran air tanah, mengurangi timbunan terbuka, serta memperpanjang umur fasilitas yang telah beroperasi sejak 1993 tersebut.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, menjelaskan bahwa sistem baru memerlukan investasi besar. Infrastruktur yang dibangun meliputi kolam penampungan air lindi, lapisan membran kedap, serta sistem penutupan harian untuk setiap lapisan sampah.
“Kalau control landfill bisa ditimbun seminggu sekali, tapi sanitary landfill dilakukan tiap hari dengan penutupan tanah. Memang butuh biaya besar, tapi ini demi keberlanjutan lingkungan,” ungkap Irawan.
Selain pembangunan fisik, DLHK Kukar juga menata ulang zona aktif dan zona lama di TPA untuk efisiensi penimbunan dan mencegah tumpang tindih. Langkah ini sekaligus meningkatkan kapasitas dan keamanan operasional TPA Bekotok.
Irawan menekankan bahwa keberhasilan sistem baru tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada partisipasi masyarakat. Edukasi dan sosialisasi mengenai pemilahan sampah dari rumah menjadi bagian dari strategi agar beban yang masuk ke TPA bisa berkurang dan pengelolaan lebih optimal.
“Sanitary landfill bukan sekadar pembangunan fisik. Ini simbol komitmen kita dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah modern. Lingkungan bersih, masyarakat sehat, dan pengelolaan sampah modern harus berjalan beriringan,” katanya.
Transformasi TPA Bekotok juga merupakan bagian dari visi “Kukar Hijau”, yang menempatkan prinsip keberlanjutan sebagai dasar pembangunan daerah. Irawan menambahkan bahwa biaya besar untuk sistem ini sebanding dengan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.
“Yang penting bukan hanya pengelolaan sampah di TPA, tapi bagaimana kita bisa mengurangi sampah dari sumbernya dengan peran serta aktif warga,” pungkasnya.
Dengan modernisasi ini, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap TPA Bekotok menjadi contoh pengelolaan sampah berstandar tinggi di Kalimantan Timur, sekaligus mendukung terciptanya kota yang bersih, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(Adv/DLHK KUKAR)

