Menjelang HUT ke-80 RI, Pemkab Kukar Perketat Persiapan: Disiplin dan Kekompakan Jadi Titik Fokus

Sudutindonesia.info, Kutai Kartanegara – Suasana serius menyelimuti Ruang Eksekutif Lantai II Kantor Bupati Kutai Kartanegara, Jumat pagi (8/8/2025). Tepat pukul 09.00 WITA, rapat koordinasi persiapan rangkaian kegiatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dimulai. Rapat dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Kabupaten Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, yang didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi (Prokom) Setdakab Kukar, Ismed.
Rapat tersebut dihadiri 25 peserta dari unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, instansi teknis, organisasi kemasyarakatan, hingga pihak penyelenggara acara.
Mereka duduk berhadapan, membahas setiap detail teknis pelaksanaan demi memastikan peringatan hari bersejarah ini berlangsung khidmat, meriah, dan lancar. Dalam arahannya, Akhmad Taufik menegaskan bahwa disiplin dan kekompakan menjadi kunci suksesnya seluruh rangkaian kegiatan.
“Perhatikan kerapian pakaian, khususnya bagi ASN. Sepatu harus seragam, dan langkah kaki saat memasuki lapangan harus selaras mengikuti iringan korsik. Gladi kotor akan dilaksanakan pada 12–13 Agustus 2025. Semua perlengkapan pasukan parade dan aubade harus dipastikan sempurna sebelum hari pelaksanaan,” tegasnya.
Suasana rapat kian fokus saat Kepala Subbagian Protokol dan Komunikasi (Prokom) Setdakab Kukar, Markus Wijaya, memaparkan rincian teknis. Ia menginstruksikan setiap bagian agar segera bergerak sesuai rundown yang telah disusun.
Tenda PMI akan ditempatkan di tiap sudut lapangan upacara di belakang baliho, Dinas Kesehatan Kukar diminta menyiapkan ambulans dan tenaga medis, sementara Bagian Umum Pemkab Kukar bertanggung jawab pada penataan podium, tempat duduk VIP, tamu undangan, dan acara syukuran di Pendopo.
Pihak event organizer (EO) mendapat mandat besar: memastikan sistem tata suara berfungsi optimal di semua lokasi kegiatan, mulai dari lapangan upacara, Taman Makam Pahlawan (TMP) untuk malam renungan suci dan ziarah, hingga pawai. Sound system untuk gladi kotor dan gladi bersih juga harus siap. Untuk koordinasi kegiatan di TMP, tanggung jawab diberikan kepada Dinas Sosial.
“Seluruh kegiatan wajib dipantau oleh protokol, dan koordinasi antarinstansi harus solid agar pelaksanaan hari besar kita tanpa hambatan,” ujar Markus.
Setelah hampir dua jam pembahasan intensif, rapat ditutup tepat pukul 10.45 WITA. Semua peserta meninggalkan ruangan dengan optimisme tinggi bahwa dengan disiplin, kekompakan, dan koordinasi matang, peringatan HUT ke-80 RI di Kutai Kartanegara akan menjadi momen membanggakan bagi seluruh masyarakat.(Anita R)

