Beranda » ADVERTORIAL » DLHK KUKAR » TPS3R Barokah Loa Kulu Tangani 1,3 Ton Sampah per Hari dengan Sistem Terpadu

TPS3R Barokah Loa Kulu Tangani 1,3 Ton Sampah per Hari dengan Sistem Terpadu

Sudutindonesia.info, Kukar – TPS3R Barokah di Loa Kulu setiap harinya mengelola sekitar 1,3 ton sampah melalui proses pemilahan dan pembakaran terbatas, sebagai langkah sementara menekan tumpukan sampah yang belum bisa seluruhnya didaur ulang. Proses ini dilakukan di area terpisah dari lokasi pengumpulan utama untuk tidak mengganggu aktivitas warga sekitar.

Pengelolaan dimulai dengan pemisahan material, termasuk plastik, kertas, dan sisa rumah tangga, guna menentukan bagian yang masih bisa didaur ulang dan yang perlu dimusnahkan. Sistem pemilahan ini menjadi strategi penting untuk meminimalkan volume sampah yang dibakar.

Ketua TPS3R Barokah, Muhammad Fadli, menjelaskan keterbatasan sarana dan teknologi menjadi kendala utama dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

“Dalam sehari, sampah yang kami bakar sekitar 1,3 ton, setelah melalui proses pemilahan. Namun karena kapasitas pengolahan masih terbatas, sebagian tetap harus dimusnahkan,” ungkap Fadli.

Ia menambahkan bahwa pembakaran bukan solusi ideal, tetapi dilakukan demi menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah risiko kesehatan yang timbul dari penumpukan sampah.

“Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih dengan menyediakan sarana pengolahan modern yang lebih ramah lingkungan,” imbuhnya.

Fadli menyebut teknologi seperti mesin pirolisis atau insinerator ramah lingkungan dapat meningkatkan efisiensi pengolahan, mengurangi polusi udara, serta memperbesar kapasitas pengolahan sampah.

Warga sekitar mengapresiasi keberadaan TPS3R Barokah karena membantu menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman, sekaligus mengurangi risiko kesehatan dari tumpukan sampah. Namun, mereka juga berharap sistem pengelolaan sampah dapat bertransformasi ke teknologi lebih modern sehingga pembakaran tidak lagi menjadi kegiatan rutin.

“Kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan solusi jangka panjang yang berkelanjutan,” tegas Fadli.

Dengan dukungan teknologi dan partisipasi semua pihak, TPS3R Barokah berpotensi menjadi model pengelolaan sampah yang bisa direplikasi di wilayah lain, sekaligus mengubah persoalan sampah menjadi peluang untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.(Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *