Beranda » ADVERTORIAL » DLHK KUKAR » DLHK Kukar Dorong Kolaborasi Lintas Wilayah untuk Proyek Waste to Energy

DLHK Kukar Dorong Kolaborasi Lintas Wilayah untuk Proyek Waste to Energy

Sudutindonesia.info, Kukar — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah dalam mendukung pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy, menyusul rencana pemerintah pusat yang tengah menyiapkan Peraturan Presiden sebagai payung hukum bagi proyek tersebut.

Proyek waste to energy menuntut kapasitas produksi sampah yang besar agar investasi dan operasional berjalan optimal. Namun, menurut Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kukar, Irawan, Kutai Kartanegara saat ini hanya menghasilkan 395 ton sampah per hari, jauh di bawah kapasitas ideal sekitar 1.000 ton per hari.

“Spesifikasi teknis dan ekonomi proyek menuntut daerah mampu menyediakan sampah dalam jumlah besar. Kukar sendiri belum mencukupi, sehingga kolaborasi antarwilayah sangat diperlukan,” ujar Irawan.

Ia mencontohkan potensi sinergi dengan Kota Samarinda, yang secara geografis dekat dan dapat menjadi titik penggabungan pasokan sampah dari beberapa kecamatan di Kukar, termasuk Sanga-Sanga, Anggana, Loa Janan, dan Tenggarong Seberang.

“Lokasi-lokasi ini bisa mensuplai, tetapi perlu dihitung kebutuhan kekurangannya agar proyek bisa berjalan lancar,” jelas Irawan.

Selain fokus pada proyek besar, pemerintah Kukar tetap memperkuat pengelolaan sampah di tingkat lokal melalui pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TP3R). Fasilitas ini tidak hanya menampung dan mengelola sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan limbah yang produktif.

“TP3R membutuhkan pasokan sampah. Kalau sampah tidak tersedia, maka fasilitas ini tidak bisa berfungsi maksimal,” tambah Irawan.

Strategi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di Kutai Kartanegara, tetapi juga menyiapkan pondasi bagi proyek energi terbarukan yang sesuai kapasitas daerah. Sinergi lintas wilayah dianggap kunci agar target waste to energy dapat terwujud, sambil tetap menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dengan pendekatan ini, DLHK Kukar menunjukkan komitmen untuk menggabungkan solusi lokal dan regional dalam menghadapi tantangan sampah sekaligus mendorong inovasi energi terbarukan di Kalimantan Timur.(Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *