Beranda » ADVERTORIAL » DLHK KUKAR » World Cleanup Day 2025, Kukar Teguhkan Tekad Menuju Indonesia Bersih 2029

World Cleanup Day 2025, Kukar Teguhkan Tekad Menuju Indonesia Bersih 2029

Sudutindonesia.info, Kukar – Momentum World Cleanup Day 2025 menjadi kesempatan strategis bagi masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) untuk menegaskan komitmen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dalam acara yang digelar di Waduk Panji Sukarame, Kecamatan Tenggarong, pada Sabtu (11/10/2025), deklarasi gerakan “Kutai Kartanegara Menuju Indonesia Bersih 2029” menekankan bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab seluruh warga, bukan semata tugas pemerintah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kutai Kartanegara, Slamet Hadiraharjo, menegaskan bahwa keberhasilan gerakan Indonesia Bersih sangat bergantung pada kesadaran individu di tingkat rumah tangga. Menurutnya, perubahan perilaku sederhana di rumah dapat berdampak besar pada lingkungan secara keseluruhan.

“Gerakan ini tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif setiap warga. Jika setiap orang mau memilah dan mengelola sampahnya sendiri, dampaknya akan terasa nyata bagi lingkungan,” ujar Slamet.

Ia menambahkan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengandalkan fasilitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Oleh karena itu, pengurangan beban TPA harus dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah organik dan anorganik, mendaur ulang barang bekas, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Dengan disiplin mengelola sampah dari rumah, beban TPA akan berkurang secara signifikan, dan lingkungan kita menjadi lebih sehat,” tegasnya.

Selain itu, Slamet menyebutkan langkah konkret Pemkab Kutai Kartanegara untuk mendukung pengelolaan sampah, termasuk pengembangan bank sampah. Program ini tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Bank sampah berfungsi sebagai sarana edukasi dan pemberdayaan. Masyarakat bisa mendapatkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah yang benar,” jelasnya.

DLHK Kukar juga gencar mengadakan pelatihan bagi kelompok penggerak lingkungan di setiap kecamatan. Pelatihan mencakup teknik pengomposan, pengelolaan sampah anorganik, hingga inovasi pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai jual.

“Kelompok penggerak lingkungan adalah ujung tombak di lapangan. Mereka menjadi contoh nyata bagi warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan,” tambah Slamet.

Pemerintah daerah juga mendorong kemitraan dengan sektor swasta guna mendukung program pengelolaan limbah terpadu. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha diyakini dapat memperkuat gerakan menuju Indonesia Bersih agar berjalan berkelanjutan.

“Dengan kolaborasi yang solid dan kesadaran bersama, Kukar bisa menjadi daerah yang bersih, sehat, dan menjadi teladan bagi kabupaten lain di Kalimantan Timur,” pungkas Slamet.
(Adv/DLHK KUKAR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *